Jakarta, Harian Umum - Guna mengetahui peristiwa kerusuhan 22 Mei lalu, Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rocky Gerung mengungkapkan dapat membuka rekaman Circuit Closed Television (CCTV) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Suatu waktu nanti ketika kita punya akses untuk melihat seluruh CCTV yang mana adalah milik Gubernur Anies Baswedan. Kan seluruh CCTV itu punya DKI kan," ujar Rocky saat jadi pembicara di acara diskusi bertajuk People Power Dalam Tinjauan Publik dan Kewarganegaraan di Kantor Lokataru, Jakarta Timur, Jumat 31 Mei 2019.
CCTV yang mengintai hampir seluruh wilayah DKI Jakarta bisa memantau melalui smartcity.jakarta.go.id/maps/
Ia juga mengatakan telah menonton beberapa bagian rekaman CCTV yang memperlihatkan peristiwa yang menewaskan sedikitnya delapan orang itu dan ratusan lainnya mengalami luka luka.
"Oh waktu itu Jakarta undercover, this is the real Jakarta undercover. Kita enggak tahu, saya lihat beberapa potongan itu," ucapnya.
Rocky mengakui heran keberadaan rekaman CCTV itu bisa didapatkan oleh media asing seperti Al-Jazeera dan CNN International. Padahal, kata Rocky malah media di Indonesia tidak bisa mengakses video yang dimiliki Pemprov DKI itu.
"Artinya ada upaya untuk mengendalikan opini pers di Indonesia. Wartawan asing dapat kok. Sumbernya sama lagi. Kenapa kita enggak dapat?" katnya
Rocky Gerung mencurigai adanya intimidasi yang dilakukan untuk membungkam pers nasional terkait keterbukaan informasi soal kerusuhan 22 Mei.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki 6.000 unit kamera CCTV yang tersebar di berbagai penjuru kota.(tqn)
Rocky berharap rekaman CCTV itu sudah bisa beredar ke masyarakat setelah tiga bulan pasca kerusuhan 22 Mei.







