Jakarta, Harian Umum - Sebuah kereta bawah tanah di St. Petersburg, Rusia, meledak pada Senin (3/4/2017), waktu setempat. Ledakan terjadi di wilayah Sennaya Ploschad, dekat dengan stasiun Tekhnologichesky Institut yang berada di pusat kota. Media Rusia melaporkan ledakan tersebut mengakibatkan 10 orang tewas.
Pada Senin sore, Manajemen kereta bawah tanah mengatakan beberapa stasiun saat ini ditutup untuk kepentingan evakuasi. Beberapa orang bahkan mengunggah foto-foto korban yang tergeletak di lantai dan foto kereta api dengan pintu yang rusak.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada Kantor berita Rusia yang dikutip Time, Senin (3/4/2017), bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah diberitahu mengenai ledakan tersebut. Putin dijadwalkan mengunjungi lokasi tersebut hari ini dan mengunjungi Belarusia di kemudian hari.
Sementara itu ITV melaporkan, Putin menjelaskan ledakan tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk terorisme. Ledakan tersebut membuat para penumpang panik. Kejadian itu tidak hanya mengorbankan 10 orang tewas, namun juga dikabarkan 50 orang terluka.
Bom Ke dua Di temukan
Ada bom kedua yang ditemukan dan berhasil diamankan. seperti dikutip dari BBC, Senin (3/4/2017), juru Bicara Komite Antiteroris Rusia mengonfirmasi temuan bom kedua ini. Bom kedua ini berhasil ditemukan dan diamankan.
Bom ini berhasil dijinakkan oleh petugas.
Tekhnologichesky Institut melayani jaringan kereta satu dan dua, dan pertama kali dibuka pada tahun 1955, dan kedua pada tahun 1961.
Sementara, Sennaya Ploschad -stasiun berikutnya di jalur dua, dibuka dua tahun kemudian pada tahun 1963.
Akibat insiden ini, seperti dilaporkan Associated Press, layanan kereta di wilayah utara Rusia untuk sementara ditutup.







