Jakarta, Harian Umum - Hujan deras yang terus menerus mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah di kabupaten/kota tersebut.
Beberapa titik akses masuk menuju kedua daerah ituoun tertutup dan putus total, sehingga Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga terisolasi.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melalui akun Facebook milik Bupati Tapanuli Utara @Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat–JTP mengabarkan kalau akses jalan satu-satunya dari Tarutung (Tapanuli Utara) menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah, serta dari Tapanuli Tengah ke arah Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan sebaliknya, kondisinya masih dalam keadaan tertutup akibat longsor.
"Jadi, kami meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Kementerian PU bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah untuk bisa menembus akses jalan ini," ungkap Masinton saat mengunjungi daerah Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, yang berbatasan dengan Tapanuli Tengah, Rabu (26/11/2025).
Politisi PDIP itu menjelaskan, sejak Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), semua akses jalan menuju Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga lumpuh total.
"Jadi, dari arah Tapanuli Tengah, Kota Sibolga menuju arah Tarutung lumpuh. Kami tidak bisa ke Pandan (Tapanuli Tengah), begitu juga dengan sebaliknya," ujar Masinton.
Ia menyebut, jalan tersebut merupakan akses aktivitas ekonomi masyarakat dari daerah Tapanuli Tengah, Sibolga menuju Tarutung, hingga ke luar daerah lainnya.
"Ini diharapkan bisa menjadi konsentrasin kita bersama, menanggulangi bencana cuaca ekstrem, banjir, dan longsor, khususnya di wilayah Tapanuli Tengah, Tapapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga," imbuh Masinton.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menjelaskan, saat ini kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah tidak dapat dilalui akibat banyaknya titik longsor yang menutup badan jalan.
"Ada sekitar 20 titik longsor yang terjadi di jalur jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah. Sampai saat ini, kami juga sedang berusaha untuk dapat menembusnya," katanya.
Ia berharap kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat segera memberikan bantuan guna menanggulangi longsor ini.
"Mohon kami informasikan ini supaya ada tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk dapat bergerak kemari," ucapnya.
Tak hanya memutus akses jalan, banjir dan longsor di Tapanuli Utara juga menyebabkan listrik padam dan jaringan telekomunikasi tidak bisa berfungsi, sehingga komunikasi terputus,.
Tiga Titik Longsor
Kepala Satlantas Polres Tapanuli Selatan, Iptu James Sihombing, mengatakan bahwa longsor terjadi di Kecamatan Angkola Barat di mana di sini ada tiga titik longsor yang menyebabkan akses jalan dari Tapanuli Selatan menuju Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Tarutung hingga ke Kota Medan putus total dan belum dapat dilalui.
Ketiga titik longsor itu berada di Desa Aek Nabara, Tobotan, dan Tano Ponggol.
Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Batangtoru juga mengakibatkan akses jalan nasional menuju Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga terputus. Kondisi ini diperparah oleh putusnya jembatan besar yang berada di Desa Garoga dan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah. (man)







