Jakarta, Harian Umum - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban banjir bandang di Magelang terus bertambah. Sebanyak 10 orang dinyatakan tewas sedangkan 2 orang lainnya masih hilang dan 4 orang luka berat. Lebih dari 1.500 personel tim SAR gabungan dan masyarakat melakukan penanganan darurat.
“Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban banjir bandang di Desa Sambungrejo , Jawa Tengah masih dilakukan,” kata dia dalam lirisnya, Minggu 30 April 2017.
Sutopo menuturkan Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu 29 April 2017 melanda 5 dusun 2 desa yaitu Dusun Nipis, Dusun Sambungrejo, Dusun Karanglo di Desa Sambungrejo dan Dusun Deles, Dusun Kalisapi di Desa Citrosono Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.
Sutopo menjelaskan, sebanyak 46 kepala keluarga atau 170 jiwa mengungsi di masjid dan rumah penduduk. Sebanyak 71 rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang yaitu 25 unit rumah rusak berat, 12 unit rusak ringan, dan 34 unit rumah terdampak. Ia memastikan pendataan masih terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Magelang.
Guna mempercepat penanganan darurat pascabanjir bandang maka Bupati Magelang telah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari yaitu mulai 29 April 2017-5 Mei 2017. Komando tetap berada di Pemda Kabupaten Magelang didampingi BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah dibantu berbagai pihak.







