Jakarta, Harian Umum - Iran merespon ancaman terbaru yang akan meledakkan sumur-sumur minyaknya, dengan sangat keras
Ancaman Trump disampaikan secara tersirat dalam program "The Sunday Briefing" di Fox News, Minggu (26/4/2026) waktu Washington.
"Ketika Anda memiliki, Anda tahu, saluran-saluran minyak dalam jumlah besar yang mengalir melalui sistem Anda, jika karena alasan apa pun saluran itu ditutup karena Anda tidak dapat terus memasukkannya ke dalam kontainer atau kapal, yang telah terjadi pada mereka — mereka tidak memiliki kapal karena blokade — yang terjadi adalah saluran itu meledak dari dalam, baik secara mekanis maupun di dalam tanah," kata Trump.
"Itu adalah sesuatu yang terjadi di mana saluran itu meledak begitu saja, dan mereka mengatakan mereka hanya memiliki sekitar tiga hari lagi sebelum itu terjadi. Dan ketika meledak, Anda tidak akan pernah, apa pun yang terjadi, Anda tidak akan pernah bisa membangunnya kembali seperti semula," imbuh Trump.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Wakil Presiden Iran Esmail Saghab Esfahani, mengatakan bahwa Iran akan menanggapi setiap agresi musuh.
Dalam sebuah unggahan di X, ia memperingatkan bahwa jika ada bagian dari infrastruktur Iran, termasuk sumur minyak, dirusak AS, Teheran akan membalas empat kali lipat pada infrastruktur yang sama yang dirusak AS.
Artinya, jika AS mengebom satu sumur minyak Iran, maka empat sumur minyak di negara-negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah akan dibom Iran.
"Jika infrastruktur kami, termasuk sumur minyak, rusak akibat blokade, kami jamin bahwa kerusakan empat kali lipat akan ditimbulkan pada infrastruktur yang sama di negara-negara yang mendukung agresor. Perhitungan kami berbeda: 1 sumur minyak = 4 sumur minyak," kata Esfahani dikutip dari Al Mayadeen, Senin (27/4/2026).
Seperti diketahui, ada beberapa negara sekutu AS di Timur Tengah yang punya sumur minyak, salah satunya Arab Saudi. (man)


