Jakarta, Harian Umum- DPW PKS DKI Jakarta dan DPD Gerindra DKI Jakarta sepakat untuk telah menyerahkan dua nama calon Wagub pengganti Sandiaga Uno kepada Gubernur Anies Baswedan untuk diteruskan kepasa DPRD dan dipilih salah satunya.
Kesepakatan tersebut tercapai pada rapat kordinasi kedua partai tersebut di kantor DPW PKS DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019) petang.
'Hasil rapat kordinasi menegaskan tindak lanjut dari fit and proper test untuk calon Wagub. Deadline-nya, dua nama hasil tes tersebut diserahkan ke Gubernur pada 11 Februari 2019," jelas Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, kepada harianumum.com via telepon, Selasa (22/1/2019) pagi.
Ketiga nama yang diikutkan dalam uji kelayakan dan kepatutan tersebut adalah Suhaimi sendiri, mantan Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, dan sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.
Ketika ditanya kapan fit and proper test dilakukan? Ketua fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini menjawab, waktu pelaksanaan tes tersebut fleksibel.
"Rabu (23/1/2019) besok panelis yang akan melakukan fit and test, bertemu dengan pimpinan DPW PKS dan DPD Gerindra DKI di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat. Kemungkinan dalam rapat itu kapan waktu pelaksanaan tes ditentukan," katanya.
Tiga dari empat panelis berasal dari kalangan profesional dan aktivis, sementara seorang dari Gerindra. Mereka adalah:
1. Eko Prasojo, mantan wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia
2. Siti Zuhro, pengamat politik LIPI
3. Ubedilah Badrun, aktivis gerakan mahasiswa dan pendiri FKSMJ 1996, sebuah organisasi pergerakan mahasiswa yang kemudian menjadi motor penting gerakan reformasi 1998
4. Syarif, wakil ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta
Ketika ditanya peluangnya lolos fit and proper test? Suhaimi mengatakan, ia akan menjalani saja tes itu, namun bagi dia, pada prinsipnya tes ini bukan kompetisi.
"Saya menjalankan amanah yang ditugaskan partai. Jadi, tidak menjadi beban. Siapa pun nanti yang menjadi Wagub DKI, itu takdir Allah," jelas politisi yang juga seorang ustad ini.
Seperti diketahui, kursi Wagub DKI saat ini kosong karena Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk maju sebagai Cawapres pendamping Capres Prabowo Subianto.
Sesuai aturan perundang-undangan, pengganti Sandi berasal dari partai pengusung saat Sandi menjadi Wagub melalui Pilkada Jakarta 2017, atau dalam hal ini PKS dan Gerindra.
Saat pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden PKS Sohibul Iman pada September 2018, disepakati kalau pengganti Sandi adalah kader PKS.
Sayang, realisasi kesepakatan ini sempat terganggu karena adanya manuver dari pihak-pihak tertentu yang ingin menggantikan Sandi dengan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik, bahkan dengan pengusaha Erwin Aksa atau dengan mantan politikus PDIP Boy Sadikin. (rhm)







