Jakarta, Harian Umum - Perang Amerika Serikat (AS) -Israel kontra Iran makin mendidih setelah pasukan Presiden Donald Trump "menghancurkan" Terget militer Iran di Pulau Kharg, pula yang terletak sekitar 30 kilometer dari daratan Iran dan 500 kilometer barat laut Selat Hormuz.
Pulau ini merupakan terminal ekspor untuk 90% pengiriman minyak Iran.
Setelah menyerang pulau itu, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur minyak Iran jika masih menutup Selat Hormuz, selat penting yang menjadi jalur pasokan 20 persen kebutuhan minyak dunia.
"Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah "menghancurkan" target militer Iran di Pulau Kharg, dan mengancam AS akan "menghancurkan" infrastruktur minyak di sana jika Republik Islam menghalangi lalu lintas maritim di Selat Hormuz," kata Times of Israel, Sabtu (14/3/2026).
Trump juga mengatakan AS akan mulai mengawal kapal-kapal melalui selat itu untuk melindunginya dari serangan Iran.
"Washington juga akan memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dengan pasukan Marinir yang khusus dalam pendaratan amfibi," imbuh media tersebut.
Trump juga menjanjikan hadiah hingga $10 juta bagi siapapun yang dapat menginformasikan posisi pejabat militer dan intelijen senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei, pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas saat serangan awal AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari.
Sebelumnya, Trump telah berkali-kali mengancam Iran setelah Iran menolak menyerah tanpa syarat kepada AS. Ancamannya antara lain akan menghantam Iran lebih keras dan melakukan penghancuran total terhadap Iran, namun Iran tetap tidak takut karena tahu serangan AS-Israel ke negaranya bukan karena pihaknya punya senjata nuklir, karena yang punya senjata itu adalah Israel, melainkan karena AS ingin menggulingkan pemerintahan Iran yang sah dan menggantinya dengan pemerintahan boneka AS dan Israel.
Maka, Trump meningkatkan pasukannya di Timur Tengah hingga berkali-kali lipat untuk melumpuhkan Iran. Apalagi karena penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu krisis minyak di seluruh dunia, termasuk AS.
Pada Senin (9/3/2026), penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak terdongkrak hingga $ 100 per barel.
Dalam tulisannya di platform Truth Social pada Sabtu pagi, Trump mengatakan pasukan AS "benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg."
"Demi alasan kesopanan, saya memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," imbuh Trump.
Namun, sebagaimana dilansir Al Jazeera, ancaman Trump justru membuat Iran semakin keras bersikap.
'Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memberitahu Uni Emirat Arab bahwa "tempat persembunyian" AS adalah "target yang sah" setelah AS menyerang pulau Kharg di Iran," kata media itu. (man)







