Teheran, Harian Umum - Anak-anak dan rumah sakit di Iran menanggung beban terberat akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel dimulai pada tanggal 28 Februari 2026 lalu.
Tasnim News Agency, Sabtu (14/3/2026) melansir, serangan AS-Israel yang masih berlangsung hingga kini telah menghancurkan banyak sekali fasilitas kesehatan, dan menewaskan warga Iran, termasuk ratusan anak-anak.
"Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi bahwa serangan tanpa henti terhadap daerah sipil telah melukai lebih dari 16.000 orang, dengan 14.904 orang telah dirawat dan dipulangkan, dan 1.448 orang masih dirawat di rumah sakit. Di antara para korban, 11 anak di bawah usia lima tahun telah tewas, sementara 200 korban lainnya berusia di bawah 18 tahun," kata Tasnim.
Tragisnya, 41 dari yang terluka adalah balita di bawah usia dua tahun, dan lebih dari 1.100 yang terluka adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.
"Korban di kalangan perempuan juga sama parahnya, dengan 2.500 perempuan terluka dan 220 perempuan gugur dalam serangan AS-Israel yang tanpa pandang bulu," imbuh Tasnim.
Tim medis telah melakukan 680 operasi darurat sejak dimulainya perang, dan setidaknya 80 petugas kesehatan terluka, serta 13 gugur saat memberikan perawatan penyelamatan jiwa di bawah serangan.
Iran menilai serangan AS-Israel telah melanggar hukum internasional, dan secara sistematis menyerang infrastruktur medis Iran, merusak lebih dari 25 rumah sakit, 149 klinik kesehatan, dan 21 pusat tanggap darurat.
"Enam rumah sakit terpaksa dievakuasi karena pemboman kriminal musuh, yang semakin melumpuhkan kemampuan negara untuk merawat korban luka," imbuh Tasnim.
Media ini menilai, penghancuran fasilitas medis yang disengaja menggarisbawahi niat para agresor untuk memaksimalkan penderitaan warga sipil, khususnya di antara yang paling rentan, yaitu perempuan dan anak-anak. (rhm)







