Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia yang bebas aktif dan non-blok dalam menyikapi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Penegasan itu disampaikan Senin (9/3/2026) di tengah sorotan atas tindakan Prabowo bergabung dengan Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia. Terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil," ujar Rabowo saat peresmian 218 jembatan yang tersebar di seluruh Indonesia secara virtual, Selasa (10/3/2026), dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden.
Mantan Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi itu meyakini, apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain.
"Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak, kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok," sambungnya.
Indonesia, kata Prabowo, menghormati semua negara dan kekuatan yang ada di Bumi. Namun, ia sekali lagi menegaskan bahwa sikap Indonesia yang non-blok.
"Kita tidak ingin ikut blok manapun, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia. Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita hormati semua bangsa," tegasnya.
Prabowo mengaku turut mencermati kemungkinan negara-negara lain terseret perang AS-Israel kontra Iran yang saat ini sedang terjadi di Timur Tengah. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian nasional dan terus waspada akan situasi geopolitik saat ini.
"Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah," ujarnya.
Prabowo menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus bersiap menghadapi kesulitan yang ditimbulkan dari konflik Timur Tengah, akan tetapi ia memastikan bahwa pemerintahannya akan menghadapi kesulitan tersebut, mengingat kekuatan Indonesia yang besar.
"Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan," tegasnya.
Seperti diketahui, tindakan Prabowo bergabung dengan BoP dikritik berbagai kalangan, termasuk MUI yang mendorong Prabowo agar segera keluar dari sana, karena BoP bulan saja terkesan ingin menyaingi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), tetapi juga bertujuan untuk membela kepentingan Israel. Terlebih kemudian, pada tanggal 28 Februari 2026, AS-Israel menyerang Iran tanpa alasan yang jelas, dan diduga atas tekanan PM Israel Netanyahu.
Terkait hal ini, Prabowo mengatakan akan mengevaluasi keterlibatannya di BoP, dan ia bersama pemimpin Pakistan juga akan terbang ke Iran untuk meredam konflik yang terjadi antara negara itu dengan AS dan Israel. (man)







