Jakarta, Harian Umum- Cuitan akun @do_ra_dong yang menyatakan bahwa ada sebuah rencana untuk membuat Capres 02 Prabowo Subianto "sakit", langsung direspon para pendukung Capres yang diusung Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat, dan didukung Partai Berkarya itu.
"Saya akan "memagarinya"," kata Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga, di Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Pendukung fanantik Prabowo ini mengakui, ia agak mempercayai cuitan akun @do_ra_dong itu, karena selain pengalaman saat Pilkada Jakarta 2012, ia juga mempunyai firasat kalau apa yang dikatakan Prabowo saat bertemu relawannya beberapa waktu yang lalu dan kemudian video pertemuan itu diviralkan pendukungnya di Medsos, mengindikasikan kalau Prabowo kemungkinan sudah marasa bahwa dia "tidak aman".
Pasalnya, saat Pilkada Jakarta 2012, Gerindra berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Jokowi-Ahok dalam menghadapi pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang diusung koalisi Partai Demokrat, sehingga Prabowo kemungkinan tahu persis bagaimana " dapur" Jokowi saat Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 ini.
Pernyataan Prabowo dimaksud adalah yang bunyinya seperti ini; "Alangkah indahnya. Saya akan puas sekali kalau bisa mengembalikan aset-aset rakyat kembali ke negara. Kalau sesudah itu saya dipanggil Yang Maha Kuasa, saya pergi dengan senyum. Hanya itu. Itu yang mendorong saya, Saudara-saudara".
Menurut Rico, sejak Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi memang tak pernah clear dari isu berbau mistis. Bahkan saat Pilpres 2014 tersiar isu kalau kubu Jokowi-Ahok tak hanya menggunakan para dukun dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Di antaranya dari Tibet.
"Tapi entah isu itu benar atau tidak, yang pasti kalaupun benar, harus jelas juga apakah Jokowi dan Timses-nya yang melakukan, atau pendukungnya yang tidak terlibat dalam Timses, tapi ingin Jokowi menang di Pilkada 2012 dan Pilpres 2014 yang melakukan " katanya.
Namun ia mengingatkan bahwa pada 22 Maret 2019 lalu sejumlah media melaporkan bahwa polisi menangkap pria berinisial ZA (25), warga Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, karena di Facebook-nya pria itu menulis status yang dinilai menghina Jokowi dan menuduh Jokowi main dukun.
"Polisi mengatakan, ZA ditangkap pada 17 Maret. Itu berarti secara tidak langsung pemerintahan Jokowi membantah dia menggunakan jasa supranatural untuk memenangkan kontestasi Pilkada Jakarta 2012 dan Pilpres 2014," katanya.
Meski demikian Rico mengakui, saat Pilkada Jakarta 2017 Foke (sapaan Fauzi Bowo), mengalami kejadian yang dianggap aneh, sehingga Cagub petahana di Pilkada Jakarta 2012 itu "dijagai" oleh sejumlah ulama NU, karena kebetulan saat itu Foke merupakan ketua NU DKI Jakarta.
"Karena saya dekat dengan Beliau, dan kebetulan saat itu saya masih menjabat sebagai ketua umum ISIGAWA (Institut Silat Garuda Winata), institut yang mengajarkan tata kelahi lahir atau fisik, dan tata kelahi batin atau supranatural, saya menemui Beliau dan mengusulkan untuk membantunya. Beliau setuju," imbuh Rico.
Kemudian, bersama pengurus ISIGAWA yang lain, Rico mengaku pergi ke sejumah daerah untuk mencari bantuan, dan sejumlah "orang pintar" yang ditemui menyatakan siap membantu.
"Serangan paling parah yang dialami Foke adalah saat hari pencoblosan. Hari itu Foke sampai terus ditemani para ulama NU, karena katanya, kalau saat itu Foke tidur, dia bisa mati. Waktu itu saya satu-satunya yang bukan ulama yang ada di sana," katanya.
Rico mengakui, pemanfaatan jasa supranatural untuk mendapatkan jabatan tertentu bagi orang Indonesia, termasuk bagi penduduk Pulau Jawa, bukanlah hal yang aneh, dan bahkan sudah menjadi rahasia umum.
Pada Pilkada Jakarta 2017, kata Rico, paranormal lokal bernama Mbah Mijan bahkan mengatakan akan mengerahkan 1.000 jin untuk memenangkan Ahok-Djarot atas Anies-Sandi, namun Ahok-Djarot kalah.
"Sekali lagi saya katakan, apa yang terjadi pada Foke di Pilkada Jakarta 2012 adalah fakta, karena saya termasuk yang ikut mengalami kejadian itu,' katanya.
Maka, lanjut dia, jika pada Pilpres 2019 ini Prabowo memiliki kekhawatiran akan mengalami hal yang sama dengan Foke dengan melontarkan pernyataan seperti dalam video yang viral itu, menurutnya lumrah.
"Tapi saya sih berharap bahwa pernyataan itu keluar karena Prabowo pun menyadari bahwa setiap yang hidup pasti mati, dan kapan maut menjemput, semua tak tahu. Apalagi karena usia Beliau pun sudah 68 tahun," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akun Twitter @do_ra_dong, sebuah akun yang kerap mencuitkan kabar-kabar yang kemudian terbukti kebenarannya, menginfokan kalau Capres nomor urut 02 akan dibuat sakit, sehingga tidak dapat berkuasa hingga 2024 jika ketua umum Partai Gerindra itu memenangkan Pilpres 2019.
"Senior kami pernah memberitahukan dalam diskusi terbatas. Sudah sejak awal kontestasi, ada rencana busuk untuk membuat prabowo harus dibuat "sakit", sehingga tidak akan lama menjabat kalau potri gagal di periode kedua," katanya seperti dikutip harianumum.com, Kamis (4/4/2019).
Rico mengasumsikan kalau kalimat dibuat "sakit" dalam cuitan itu mengindikasikan kalau Prabowo kemungkinan akan "dikerjai" secara ghaib atau secara supranatural.
Apakah benar? Wallahu'alam bissawab. (rhm)







