Jakarta, Harian Umum - Setelah mengalami masalah administrasi akhirnya militer Amerika Serikat mengumumkan sistem pertahanan anti-rudalnya di Korea Selatan (THAAD) mulai dapat beroperasi. Meskipun belum beroperasi secara maksimal tetapi sudah mampu untuk mencegat rudal-rudal yang ditembakan dari Korea Utara.
"THAAD sudah mencapai kemampuan mencegat awal," kata pejabat seorang pejabat seperti dilansir Channel News Asia, Selasa 2 Mei 2017.
Menurut dia, pengoperasian itu dilakukan menyusul persetujuan yang dicapai antara Washington dan Seoul untuk menginstal sistem THAAD yang diharapkan paling lambat Juli depan.
THAAD ditempatkan di sebuah lapangan golf yang berada di wilayah selatan Seongju, dekat dengan kawasan Semenanjung Korea. Penempatan THAAD sendiri mendapat protes keras dari sejumlah pihak di Korsel.
Kecaman juga datang dari calon Presiden Korsel, Moon Jae-in. Melalui juru bicaranya, Jae-in menuturkan keputusan tersebut mengabaikan opini publik dan proses hukum, dan meminta agar penempatan tersebut ditangguhkan sampai pemerintahan berikutnya terbentuk.
THAAD juga telah mengundang reaksi marah dari Cina. Karena khawatir akan melemahkan kemampuan senjata balistiknya, selain merusak kestabilan keamanan regional.






