Jakarta, Harian Umum- Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Rikola Fedri, mengatakan, kemunculan poros ketiga tidak menguntungkan gerakan #2019GantiPresiden, sehingga Presiden Jokowi yang maju di Pilpres sebagai.
"Poros ketiga, jika ada, tidak menguntungkan untuk membantu gerakan ganti presiden karena akan mengambil suara dari Prabowo Subianto," katanya dalam diskusi bertajuk '#2019GantiPresiden: Ke Arah Siapa?' yang diselenggarakan Forum Warga di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).
Hasil survei Tiga Roda Konsultan yang dilakukan pada 23 Juli - 1 Agustus dengan koresponden sebanyak 1.060 responden dan tersebar di 34 provinsi menyebutkan, jika pada Pilpres 2019 terjadi rematch antara Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi, tingkat keterpilihan (elektabilitas) Jokowi mencapai 51,6%, sedang Prabowo hanya 30,8%.
Elektabilitas Jokowi ini dianggap stagnan karena saat Pilpres 2014, elektabilitas mantan Walikota Solo itu berada di atas 70%.
"Tapi jika ada lebih dari dua Capres, maka elektabilitas Jokowi di bawah 50%," katanya.
Hasil survei ini cenderung berlawanan dengan sejumlah survei yang telah dirilis sebelumnya, yang menunjukkan kalau elektabilitas Jokowi terus turun hingga angka 30%-an, bukan stagnan, sementara elektabilitas Prabowo justru naik.
Namun Rikola menegaskan kalau surveinya bisa dipertanggungjawabkan.(rhm)







