Jakarta, Harian Umum - Pemerintah tidak akan menetapkan gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu, serta wilayah lain di Sulawesi Tengah, sebagai bencana nasional.
Kebijakan ini serupa dengan sikap pemerintah ketika gempa bermagnitudo 7,0 SR mengguncang Lombok, NTB, beberapa waktu lalu.
"Enggak perlu saya kira, (karena) penanganannya sudah lebih dari bencana nasional," kata Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, Senin (1/10/2018).
Meski demikian Luhut mengatakan, pemerintah tetap akan menerima apabila ada bantuan internasional yang masuk.
Ia menilai, penanganan bencana sudah sangat baik, baik oleh TNI, Basarnas dan semua yang terlibat.
"Saya kira langkah presiden pergi ke sana sangat bagus sekali dan beliau berjanji akan datang kembali ke sana minggu depan untuk lihat progres. Yang saya tahu tadi dari Basarnas maupun dari Pangdam di sana dan satgas BNPB," katanya.
Luhut menambakan, alat berat sudah masuk dan listrik sudah mulai menyala sebagian. Selain itu, telekomunikasi di wilayah tersebut mulai pulih pascabencana.
"Di sana alat berat sudah bermasukan, makanan juga sudah mulai ada pengangkutan oleh TNI dari Makasar dengan Hercules. Dan juga rumah sakit angkatan laut yang di KRI Sudarsono sudah kesana jadi saya pikir over all semua ditangani pemerintah sanagt cepat," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan akan mengirimkan bantuan makanan sebanyak mungkin pada hari ini ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pengiriman bantuan makanan tersebut dilakukan menggunakan pesawat hercules.
Menurut Jokowi, pengiriman bantuan makanan tak hanya dilakukan dari Jakarta, namun juga dari beberapa daerah lainnya seperti Balikpapan dan Makassar.
"Bantuan makanan hari ini kita akan kirim sebanyak-banyaknya dengan pesawat hercules dari Jakarta langsung, ada beberapa pesawat kemudian setelah dari sana diambil lagi dari Balikpapan, Makassar yang lebih dekat. Karena problem-problem kita di lapangan keluhannya seperti itu," jelas Jokowi di halaman Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/10/2018).
Tak hanya masalah makanan, Jokowi juga menegaskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tengah menuju ke daerah bencana. Masalah bantuan makanan dan bahan bakar minyak ini disebutnya akan ditangani secepatnya sebelum pemerintah melakukan tahapan kedua, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi.
"BBM juga kita harapkan bisa masuk ke Palu karena pesawat khusus tangki BBM bisa sudah diarahkan ke sana. Saya kira problem itu yang secepatnya kita tangani sebelum masuk ke tahapan kedua," ujarnya. (sumber: ROL)






