Jakarta, Harian Umum- Kasus harian Covid-19 di Jakarta terus meroket hingga rekor tertinggi mencapai 1.114 kasus pada Minggu (30/8) kemarin. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan penyebaran Covid-19 di Ibu Kota masih terkendali.
“Jadi meskipun angka kasus baru itu naik, tapi bila jumlah kasus aktifnya itu menurun, dan bila angka kematian kita rendah, artinya penanganan itu relatif terkendali,” kata Anies saat membuka webinar dengan tema ‘Tantangan Perubahan Perilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru’ pada Senin (31/8) pagi.
Menurutnya, ada dua hal yang membuat penyebaran Covid-19 di Jakarta terkendali. Pertama, Pemprov DKI Jakarta masif melakukan pengetesan Covid-19. Kedua, tingkat kematian dari kasus ini menurun di kisaran angka 3 persen atau 1.186 orang sejak kasus Covid-19 ditemukan. Sementara tingkat kematian skala global mencapai 3,4 persen dan tingkat nasional 4,3 persen.
"Walau begitu, kasus Covid-19 di Jakarta belum selesai. Artinya masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan prinsip 3M; yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kita masih punya PR (pekerjaan rumah) untuk menuntaskan sampai betul-betul zero active case (tidak ada kasus baru), dan Kalau begitu baru namanya selesai,” ungkapnya.
Diakuinya, track penanganan Covid-19 di Jakarta masih pada jalur yang benar. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh masyarakat patuh menerapkan 3M. Sedangkan pemerintah menerapkan testing, tracing, isolasi, treatment (3T).
Sebelumnya, kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta akhirnya menembus rekor pada hari Minggu (30/8/2020) ini. Dalam sehari, kasus baru bertambah 1.114 orang, dan angka ini diklaim tertinggi sejak virus corona ditemukan di Ibu Kota pada awal Maret 2020 silam.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding hari Sabtu (29/8/2020) mencapai 888 orang, dan hari Jumat (28/8/2020) yang menembus 816 orang. (hnk)







