Pontianak, Harian Umum-- Kericuhan meledak di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (29/6/2018) petang, diduga buntut kekalahan pasangan Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot pada Pilgub, Rabu (27/6/2018), berdasarkan quick count lembaga survei.
Akibat kisruh ini, 119 orang dilaporkan masih mengungsi untuk mengamankan diri.
Informasi yang dihimpun, Sabtu (30/6/2018), kericuhan bermula dari adanya ratusan orang yang membakar ban di tengah jalan dan memanggang babi di sekitar lokasi Terminal Dara Itam Ngabang, Kabupaten Landak, karena di TPS-TPS di sekitar terminal itu pasangan Karolin-Gidot juga kalah.
Konon, emosi masa ini juga tersulut karena ada postingan di media sosial yang dinilai menghina mantan Gubernur Kalbar, Cornelis.
Sekitar pukul 18.10 WIB, massa kemudian bergerak ke Lapangan Bardan dimana di situ terdapat warung pinggir jalan. Massa lalu merusak warung-warung itu dengan cara memecahkan kaca gerobak, menumbangkan alat pemanggang, dan memukuli meja dengan mandau.
Aksi ini membuat para pemilik warung yang kebanyakan merupakan pendatang, berhamburan menjauh untuk menyelamatkan diri.
Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio dan Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunnu sekitar pukul 18.30 WIB datang ke lokasi untuk menenangkan massa. Setelah diberikan pengertian, sebagian massa membubarkan diri, tapi sebagian lain masih bertahan, sehingga aparat tetap berjaga-jaga.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar Heri Saman turun tangan dan mengimbau massa untuk membubarkan diri. Melalui sambungan telepon, mantan Gubernur Kalbar Cornelis juga meminta massa tenang dan tidak terprovokasi postingan di media sosial karena bisa berakibat merusak keamanan Kabupaten Landak.
Akibat kericuhan ini 119 orang yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak memilih meninggalkan Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak untuk mengamankan diri. Mereka pergi ke Yonzipur 6/SD yang berada di Jalan Raya Anjungan Kabupaten Mempawah.
Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak, Pdt. Iwan Luwuk, sangat menyayangkan kejadian ini. Menurut dia, kejadian itu sudah dapat diredam.
"FKUB mengajak semua warga Kalbar untuk tetap menjaga kondisi Kalbar tetap kondusif dan aman serta kerukunan dan keharmonisan dalam keberagaman terjaga. Kami akan berusaha menghubungi semua paslon untuk bisa bersama-sama meredam ini," katanya.
Untuk diketahui, berdasarkan quick count LSI Denny JA, pasangan Karolin-Gidot yang diusung PDIP hanya memperoleh 38,6% suara, sedang Sutarmidji- Ria Norsan yang diusung PKS, Golkar, Nasdem, PKB dan Hanura meraih 54,1% suara, sementara Milton Crosby-Boyman Harun yang diusung PAN dan Gerindra meraih 7,2% suara. (rhm)






