Jakarta, Harian Umum - Kak Emma atau Fatimah Husein Assegaf mengatakan dirinya diminta polisi untuk menghindari dan mengunci rapat mulutnya dari kejaran media yang berusaha meminta konfirmasi. Namun, Emma memutuskan untuk tetap berbicara kepada media apa adanya.
"Saya sempat dilarang bertemu media,” kata Emma, dirumahnya, Rabu, 17 Mei 2017.
Emma mengaku telah 4 kali diperiksa oleh polisi Depok dan selalu dibawa pulang melalui jalan belakang oleh polisi usai diperiksa.
Emma pernah diperiksa sampai 15 jam oleh penyidik di Kepolisian Resor Kota Depok, mengenai dugaan percakapan mesum antara Firza Husein dan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Syihab, yang menyeret namanya.
Menurut Emma, polisi sengaja berlama-lama dalam pemeriksaan agar ia menjawab "ya". Polisi, berulangkali menunjukan foto rumah hingga sosok Firza yang mengenakan kerudung kepadanya. Namun, akhirnya polisi menunjukan foto terakhir Firza yang tanpa busana.
Ia merasa digiring supaya mengakui foto itu Firza. “Akhirnya saya bilang, ‘mirip’ pada penyelidikan ketiga pada Februari 2017," ujarnya.
Ia menyarankan agar polisi menutup kasus ini karena tidak terbukti. Emma meminta polisi agar tidak mencari-cari yang tidak ada. Lebih baik, polisi fokus memberantas narkoba yang merusak generasi muda.







