Jakarta, Harian Umum - APMG International menggelar launching Enterprise Big Data Framework di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (01/11).
Peresmian ini dihadiri Author Big Data Framework Jan Willem, APMG International MK Choong, ASEAN and Japan Regional Manager, APMG Consulting Servive Global and Bizdev Australia and New Zealand Lawrie Kick.
Andrianto Moeljono, Direktur Proxsis Global Solusi dan Sonia Priyanka, Business Manager IT Governance Indonesia juga turut hadir dalam acara peresmian tersebut untuk memenuhi undangan resmi APMG International.
Sonia mengungkapkan IT Governance Indonesia yang merupakan bagian dari Proxsis memang selama ini komitmen dalam tata kelola IT di Indonesia.
“Undangan APMG International kepada IT Governance Indonesia yang merupakan member Proxsis, dinilai sebagai wadah yang komit dalam perkembangan tata kelola dan peningkatan kualitas kompetensi sumber daya manusia di Indonesia,” ungkap Sonia.
Diketahui bahwa sertifikasi Enterprise Big Data Analyst merupakan level kedua dari Big Data Framework. Sejak peluncuran Big Data Framework pada tahun 2018 lalu, lebih dari 1000 orang telah disertifikasi dan program pendidikan telah diadopsi oleh 25 organisasi pelatihan di seluruh dunia.
Launching Enterprise Big Data Framework di Kuala Lumpur tersebut juga bertepatan dengan Anniversary AMPG yang ke-10. Acara dibuka dengan bedah buku oleh Jan Willem Middelburg dan juga membahas tentang gambaran besar terkait Enterprise Big Data Analyst.
Topik inti yang disampaikan oleh Jan Willem adalah proses analisis Big data, algoritma klasifikasi dan pengelompokan, serta bagaimana perusahaan modern dapat memasukkan analisis data profesional.
Selanjutnya, MK Choong – APMG International yang sekaligus menjelaskan tentang ujian kerangka kerja big data dan skema sertifikasi. Dijelaskan juga tentang bidang-bidang termasuk akreditasi APMG dan persyaratan pelatihan, serta pengembangan materi kursus dan proses akreditasi untuk tingkat berikutnya.
Dilanjutkan dengan sesi berbagi wawasan tentang marketplace oleh organisasi pelatihan terakreditasi APMG (ATO) dan diskusi panel tentang "Kolaborasi di Era Big Data dalam Industri 4.0".
Sonia pun turut membeberkan bahwa Big data lebih dari sekadar pengumpulan data besar dan tantangan manajemen penyimpanan informasi. Perusahaan yang dapat memahaminya dan mengelola data tersebut dengan benar dan menemukan 'nilai' di dalamnya akan menjadi pemenang besar dalam ekonomi informasi ini
“Perusahaan yang dapat memahaminya dan mengelola data tersebut dengan benar dan menemukan 'nilai' di dalamnya akan menjadi pemenang besar dalam ekonomi informasi ini. Seperti kata pepatah, "information is power". Itulah mengapa program training dan sertifikasi 'Big Data Framework' untuk mendukung kemampuan organisasi dalam peningkatan kualitas analisa Big Data mereka,” ujar Sonia.
APMG berharap dengan hadirnya IT Governance Indonesia sebagai IT GRC leader di Indonesia dapat menjadi perpanjangan tangan APMG untuk memberikan solusi bagi banyak organisasi di Indonesia bahkan bagi kemajuan negara. Begitu pun sebaliknya.
“Harapannya kedepannya bisa menjalin kerjasama yang erat dengan AMPG International dan berkontribusi dalam perkembangan. Memberikan ide maupun solusi peningkatan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai dengan industri dan bahkan menangkap insight di masa yang akan data,” lanjut Sonia.
Launching Enterprise Big Data Framework ini diharapkan oleh semua pihak agar dapat memberikan banyak manfaat untuk kemajuan industri dan teknologi ke depannya. Big data dipercayai sebagai kunci untuk memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat pada saat ini.(*)







