Jakarta, Harian Umum - Pemerintah China mengklaim menjadi satu-satunya negara yang kapal-kapalnya diizinkan Iran untuk melewati Selat Hormuz yang ditutup Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sejak 28 Februari 2026.
"Iran telah mengumumkan bahwa mereka hanya akan mengizinkan China untuk melewati Selat Hormuz, sebagai ungkapan terima kasih atas sikap mendukung Beijing terhadap Teheran selama perang," cuit akun X @ChinaNow24, dikutip Rabu (4/3/2026).
"Selat tersebut telah ditutup untuk semua kapal lain tanpa pengecualian, dengan peringatan yang jelas bahwa setiap penyeberangan tanpa izin akan langsung menjadi sasaran pasukan Iran," imbuh akun tersebut.
Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait hal ini.
Sebelumnya, Laksamana Brad Cooper mengatakan, saat ini tak ada satupun kapal Iran yang berlayar di Selat Hormuz, juga di Teluk Arab dan Teluk Oman, karena AS telah menenggelamkan "seluruh angkatan laut Iran" dan telah menghancurkan 17 kapal negara Islam itu.
“Selama beberapa dekade rezim Iran telah mengganggu pelayaran internasional. Saat ini tidak ada satu pun kapal Iran yang berlayar di Teluk Arab, Selat Hormuz, atau Teluk Oman,” katanya dikutip The Guardian.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang memasok seperlima kebutuhan minyak dunia. Sejak hari pertama serangan AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari, IRGC mengklaim telah menutup selat itu dan mengancam akan membakar semua kapal yang berniat melewati selat itu. (man)







