Jakarta, Harian Umum- Dua BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, yakni PT Bank DKI dan PT Jakarta Tourisindo (Jaktour), Kamis (14/2/2019), menandatangani memorandum of undertanding (MoU) di kantor pusat Bank DKI di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat.
"Penandatangan MoU ini merupakan bagian dari program gubernur yang luar biasa yang digagas dalam konsep entrepeneurship business, dan merupakan program yang mensinergikan BUMD-BUMD," ujar Dirut PT Jakarta Tourisindo Geraad Jeffrey Zachrias Rantung dalam sambutannya.
Ia mengakui, program ini sangat penting, karena seperti dikatakan Gubernur, tanpa sinergi BUMD tidak bisa berkembang.
"Sinergi ini nerupakan program percepatan, dan percepatan ini sebagai spirit," katanya.
Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo, menambahkan, kerjasama ini telah membuka peluang bagi Bank DKI untuk memberikan jasa layanan perbankan untuk Jaktour yang mencakup layanan pembukaan rekening, deposito dan giro, payroll management dan e-channel.
Bahkan dengan adanya kerjasama ini, Bank DKI juga dapat memfasilitasi karyawan Jaktour untuk mendapatkan fasilitas Kredit Multi Guna (KMG) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Dengan penyaluran KMG kepada karyawan Jaktour, diharapkan kinerja penyaluran kredit konsumtif Bank DKI akan meningkat,' imbuhnya seraya menjelaskan, hingga akhir Desember 2018 penyalurann KMG Bank DKI mencapai Rp8,5 triliun.
Meski demikian Sigit mengakui, kerjasama dengan Jaktour bukanlah kerjasama antar-BUMD yang pertama bagi Bank DKI, karena sebelumnya Bank DKI telah menjalin kerjasama dengan Perumda Pasar Jaya, PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Transjakarta.
"Ke depan, kita juga akan menjalin kerjasama dengan BUMD-BUMD yang lain, karena target kita semua pegawai BUMD milik Pemprov DKI, menjadi nasabah kita," katanya.
Sigit menyebut, jumah pegawai BUMD DKI sekitar 9.000 orang, dan yang sudah menjadi nasabah Bank DKI baru sekitar 20%. (rhm)







