Teheran, Harian Umum - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad-Baqer Zolqadr, mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa jika aliansi yang dianggapnya jahat itu melakukan kesalahan, Iran akan mengubah kawasan Asia Barat (Timur Tengah) menjadi neraka bagi keduanya.
“47 tahun dan 100 hari perlawanan — dari medan perang hingga alun-alun kota, dari alun-alun kota hingga arena politik dan diplomasi — telah mengubah tatanan keamanan dunia," kata Zolqadr dikutip dari Fars, Selasa (9/6/2026).
“Carilah ancaman yang kredibel dari tempat lain selain Washington dan Tel Aviv! Jika aliansi Zionis-Amerika yang jahat melampaui batas sekali lagi, kawasan itu akan menjadi neraka bagi mereka!” imbuh Zolqadr.
Seperti diketahui, perang antara Iran dengan AS dan Israel kembali memanas setelah Iran tak kunjung mau memenuhi syarat yang diajukan AS untuk kesepakatan damai, karena syarat itu merugikan Iran dan hanya menguntungkan AS. Padahal, AS dan Israel justru dalam posisi "yang kalah" dalam perang yang dikibarkannya sendiri terhadap Iran.
Buntunya perundingan membuat AS tak hanya memblokade perairan Iran, tetapi juga mulai menyerang situs-situs tertentu di Iran, termasuk situs peluncuran rudal di Bandar Abbas dan menara pemancar di Pulau Sirik.
Iran membalas, antara lain dengan merudal pangkalan udara dan Markas Keempat AS di Kuwait dan Bahrain.
Terakhir, Irang menyerang Pangkalan Udara Ramat David milik AS sebagai bahasa karena Israel mengusir penduduk Lebanon di Tyre dan Nabatieh, serta mengebom distrik Dahieh di Beirut.
Peralatan teknis Jet Tempur Israel ditemukan
Di sisi lain, Fars juga melaporkan bahwa tentara Iran menemukan peralatan teknis yang digunakan untuk mendukung jet tempur Israel di Iran utara.
"Sejumlah peralatan teknis dan sistem berbasis darat, yang digunakan untuk mendukung dan memandu jet tempur musuh, telah ditemukan dan disita di dataran tinggi hutan Kabupaten Tonekabon di provinsi Mazandaran, Iran Utara," kata Fars.
Menurut informasi yang diperoleh koresponden Fars, peralatan ini ditempatkan di sepanjang salah satu rute utama yang digunakan oleh jet tempur Israel untuk menyusup ke wilayah udara Teheran.
Selama invasi AS-Israel ke Iran yang dikenal sebagai "Perang Ramadan," daerah ini berfungsi sebagai salah satu koridor utama bagi jet tempur Israel untuk melakukan serangan terhadap Teheran dan wilayah utara Iran. (man)






