Jakarta, Harian Umum- Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menantang Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan untuk berdebat soal dwi fungsi TNI.
Tantangan itu disampaikan untuk merespon statemen Luhut yang diberitakan Jawapos.com, Jumat (22/2/2019), dan diberi judul "Perwira TNI Aktif Masuk Lembaga Sipil, Luhut: Siapa Keberatan?"
"Saya keberatan. Saya undang Luhut Binsar Panjaitan berdebat terbuka mengenai ini menghadapi saya. Kawan-kawan media silakan sampaikan," katanya melalui akun @RachlandNashidik.
"Demi dan atas nama demokrasi dan reformasi TNI, saya siap lahir batin mewakili suara hati publik," katajya lagi.
Jawapos.com mengabarkan, saat ini pemerintah terus mengkaji penempatan perwira tinggi dan perwira menengah TNI di lembaga-lembaga sipil. Langkah tersebut diperlukan karena beberapa badan itu membutuhkan keahlian khusus.
Luhut menyatakan, rencana perwira tinggi dan perwira menengah TNI aktif menempati jabatan sipil tetap bergulir. Langkah tersebut dilakukan untuk mengisi beberapa posisi di beberapa sektor. Salah satunya Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman yang saat ini dipimpin dirinya.
“Saya ambil dari pengalaman saya menjadi Menko Polhukam saja. Ketika ada orang baru masuk, ternyata mereka tidak memiliki pengalaman apa pun di bidang yang ditugaskan,” ucapnya.
Karena itulah, menurut Luhut, dibutuhkan orang yang sudah memahami medan agar bisa langsung melakukan tugas kendati baru sehari menjabat. Di bidang kemaritiman, misalnya. Dalam pandangannya, tidak ada orang dengan pengalaman sebaik perwira aktif TNI di Angkatan Laut (AL).
“Ada pejabat masuk, ternyata belum pernah ke laut sama sekali. Ya, kenapa tidak perwira aktif saja. Apalagi, tugas maritim ini kan juga ada hubungannya dengan keamanan,” paparnya.
Bukan hanya di bidang kemaritiman, Luhut juga mengusulkan para perwira aktif untuk mengisi di beberapa bidang lainnya. Di antaranya, SAR serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jabatan lain yang bisa diemban adalah lembaga yang bertugas menjaga area perbatasan antarnegara.
“Seperti untuk di kawasan yang dekat dengan Malaysia atau Papua Nugini. Kita butuh perwira yang cepat untuk menangani masalah-masalah yang ada di sana,” tambah Luhut.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah berdiskusi dengan menteri dalam negeri (Mendagri) terkait hal itu. Tujuannya, bisa mempertimbangkan untuk memasukkan perwira aktif di beberapa bidang. Satu-satunya alasan yang mendasari idenya itu adalah kebutuhan negara untuk merespons masalah.
Dengan masuknya perwira aktif TNI itu, negara akan lebih cepat menangani segala masalah yang datang. “Kalau ada yang keberatan, coba dijelaskan keberatannya di mana?” ucap Luhut.
Keberanian Rachland menantang Luhut didukung politisi Partai Demokrat yang lain, Andi Arief.
"Partai Demokrat menyambut tantangan Pak Luhut Panjaitan dalam debat soal dwifungsi TNI Jokowi. Partai Demokrat mengutus wasekjen @RachlandNashidik, silakan Pak Luhut menghadapi sendiri atau bisa didampingi siapa saja, boleh minta bantuan intelektual manapun," katanya melalui akun @AndiArief_. (rhm)







