Pesawaran, Harian Umum - Dengan kesadaran akan pajak yang tinggi dari masyarakat, merupakan motivasi untuk di jadikan Visi dan Misi dalam membangun desa yakni, Desa Maju Tentram Dan Aman, dan kedepan lebih baik dari sekarang.
Ketegasan itu dikatakan oleh Wagiran Kepala Desa Margo Rejo, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Lampung, yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat, dan selalu mengedepan musyawarah dalam mufakat. Sehingga banyak aspirasi masyarakat yang tersalurkan, walau belum genap satu tahun kepemimpinannya sebagai Kepala Desa.
Menurut Wagiran Penggunaan Anggaran dana desa ( DD ) tujuannya secara mandiri dapat dipergunakan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat desa, baik pembangunan infrastruktur, ekonomi, agar tidak tertinggal pembangunannya dengan daerah perkotaan.
Komitmen ini yang dijalankan oleh para aparatur dan masyarakat Desa Margo Rejo Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran Lampung, dengan memanfaatkan dana desa tahap pertamanya sebesar 15 persen pada pembangunan infrastruktur jalan.
Seperti diutarakan oleh Wagiran Kepala Desa Margo Rejo di kediamannya mengatakan, bahwa prioritas pembangunan infrastruktur jalan onderlag ini merupakan keputusan dan musyawarah dari yang melibatkan unsur dari BPK, aparatur desa, RT dan dusun.
"walau belum genap satu tahun mengemban amanah sebagi kepala desa, membangun adalah prioritas dalam program kerja yang akan dilaksanakan di Desa Margo Rejo ini," kata Wagiran, Minggu, ( 12/7).
Ditambahkan olehnya, pembuatan jalan onderlag ini dilaksanakan di tiga titik, yakni di tiga titik, Dusun Asri timur, Dusun Margo Rejo induk, dan Dusun Margo Dadi, "tujuannya memperlancar dan mempermudah para petani mengangkut hasil panen, baik palawija maupun hasil perkebunan, sebab, mayoritas masyarakat disini bersumber sebagai petani," ujarnya.
Dalam pencairan DD 2020 lanjut Wagiran Desa Margo Rejo di tahap pertama ini sebesar 40 % untuk 15% nya fisik, 25% ADP Covid dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) di tambah, tahap 2, sebesar 15%.
Sedangkan untuk pengadaan sarana dan prasarana dalam rangka menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Pandemi Covid 19, juga telah diadakan sebanyak 1300 ember cuci tangan, dan masker,
Ember cuci tangan ini diletakan di fasilitas ibadah, masjid, mushola, dan wihara, rumah warga warung, dan fasilitas umum lainnya. (Red)







