Jakarta, Harian Umum- Sekitar 300 pedagang pasar tradisional dan pedagang di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017), akan menggeruduk Balaikota untuk menagih tujuh janji Anies-Sandi yang hingga kini belum juga direalisasikan.
"Janji itu tertuang dalam surat yang ditandatangani DPP KPP (Komite Pedagang Pasar) DKI Jakarta dengan Sandiaga Uno pada 20 Oktober 2016, saat masa kampanya Pilkada DKI 2017," jelas Nur Hafidz, sekretaris DPP KPP DKI Jakarta di gedung Dewan, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017).
Ketujuh janji tersebut adalah:
1. Menurunkan biaya sewa lapak atau kios PD Pasar Jaya, sehingga menjadi murah
2. Memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah kepada pedagang se-DKI Jakarta
3. Merenovasi pasar tradisional yang rusak, baik yang di bawah kendali PD Pasar Jaya dan Dinas KUMKMP DKI Jakarta
4. Tidak ada pungli di dalam maupun di luar pasar
5. Menyelenggarkan program promosi belanja di pasar tradisional demi meningkatkan penjualan pedagang se-DKI Jakarta
6. Memberikan lahan milik Pemda DKI yang tidak berfungsi untuk dapat dijadikan pasar bagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan maupun yang menjadi korban penertiban/penggusuran
7. Menstabilkan harga beli dan harga jual pedagang se-DKI Jakarta.
"Kompensasi atas penandatanganan janji itu adalah, seluruh anggota KPP yang berjumlah 350.000 orang memilih Anies-Sandi waktu Pilkada DKI," imbuh Hafidz.
Ia menjelaskan, janji-janji itu belum terpenuhi karena hingga kini pedagang di Pasar Atom Pasar Baru, Jakarta Pusat; dan pedagang Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih menghadapi masalah mahalnya harga kios setelah pasar direnovasi.
"Harga kios di Blok F setelah direnov membengkak jadi Rp69 juta/m2 untuk selama 20 tahun, sedang di Pasar Atom naik dari Rp8 juta menjadi Rp50 juta/m2 untuk selama 20 tahun. Akibatnya, banyak pedagang yang tak bisa kembali berjualan di sana," imbuhnya.
Di Pasar Atom, nasib pedagang makin mengenaskan karena sejak setelah pasar direnovasi pada 1988, kios pedagang yang semula di lantai dasar, dipindahkan ke basement yang oleh PD Pasar Jaya diklaim sebagai lantai dasar, sehingga omzet anjlok dan tak sedikit pedagang yang kemudian pindah agar tidak bangkrut.
"Kami menyadari kalau Anies-Sandi dapat merelisasikan janji-janji itu jika para petinggi PD Pasar dan Dinas KUMKMP (Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Perdagangan) dapat mendukungnya. Kalau mereka nggak kredibel dan nggak mampu mendukung perealisasin janji-janji itu, saya sarankan Anies-Sandi mengganti mereka semua," imbuh Hafidz.
Aksi unjuk rasa damai yang digelar DPP KPP DKI Jakarta besok merupakan aksi pertama yang kemungkinan akan berlanjut jika dalam beberapa bulan ke depan janji itu hanya sekedar janji.
"Kami memberi waktu dua bulan kepada Anies-Sandi untuk memenuhi ketujuh janjinya. Jika tetap blank, kami akan melakukan aksi lanjutan," tegas Hafidz.
DPP KPP DKI berharap Anies-Sandi tidak mengabaikan bahwa pedagang pasar tradisional termasuk penggerak roda perekonomian Ibukota. Jika aktivitas perdagangan usahawan kalangan kecil menengah ini terganggu, maka akan terganggu pula pertumbuhan ekonomi Jakarta. (rhm)







