Jakarta, Harian Umum - Sopir mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan nomor polisi B 2093 UIU yang nyeruduk SDN Kalibaru 01, Cilincing , Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi, mengaku salah menginjak pedal mobil saat akan ngerem.
Data terbaru menyebutkan, akibat perbuatannya, jumlah korban bertambah menjadi 20 orang.
"Jadi , keterangan dari si sopir; itu kan sekolahnya di atas, di tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan (MBG) ke sekolah itu. Dia mau naik ke atas itu (mau nanjak, red), mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan. Karena takut mau nabrak (saat mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas," jelas Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri saat dihubungi wartawan, Kamis (11/12/2025).
Namun, Bobi mengatakan bahwa ini masih keterangan sementara, bukan pasti, karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan kepada sopir berinisial AI itu, maupun kernetnya yang berinisial MRR.
"Itu untuk sementara ya, tapi kita belum bisa (memberi keterangan lebih jauh), ini masih olah TKP," kata Bobi.
Sebelumnya, menurut informasi, mobil pengangkut MBG itu awalnya terlihat telah melewati SDN Kaibaru 01, akan tetapi kemudian memutar balik dan menabrak gerbang, serta nyelonong masuk ke halaman sekolah.
Saat mobil berwarna putih itu menabrak pagar dan nyelonong masuk halaman sekolah, di situ para guru sedang membariskan para siswa dalam rangka kegiatan literasi membaca di halaman sekolah.
Maka, begitu mobil berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) itu nyelonong ke arah mereka, semua berhamburan menghindari, akan tetapi tak semuanya dapat menyelamatkan diri.
Ke-20 korban kini dirawat di RSUD Koja dan RSUD Cilincing, beberapa di antara mereka dikabarkan dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). (man)







