Jakarta, Harian Umum - Dua dari tiga calon presiden peserta Pilpres 2024 tidak hadir di acara Aksi Akbar Rakyat Indonesia Bela Palestina di Monas, Minggu (5/11/2023), meski kabarnya mereka diundang.
Kedua Capres tersebut adalah Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, dan Prabowo Subianto yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat.
Satu Capres lainnya, yaitu Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan yang terdiri dari Nasdem, PKS, PKB dan Partai Ummat.
Padahal, aksi ini diperkirakan dihadiri lebih dari 1 juta orang, dan juga dihadiri sejumlah pejabat negara seperti Ketua DPR yang juga ketua DPP PDIP Puan Maharani, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsudin.
Ganjar dan Prabowo dikabarkan sedang punya agenda lain.
Menyikapi hal ini, Presiden Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), HM Mursalin, mengatakan, jika undangan sampai kepada ketiga Capres itu, akan tetapi tidak bisa hadir karena ada agenda lain, maka seharusnya mengirim utusan.
"Kalau tidak, bisa diartikan banyak oleh masyarakat, seolah-olah tidak peduli kepada Palestina atau jangan-jangan mereka mengaitkan perjuangan untuk Palestina ini dengan Pilpres. Itu tidak ada. Urusan Palestina ini urusan yang lebih besar dari yang lain," katanya.
Tokoh Islam yang akrab disapa Om Lim ini mengatakan, jika Prabowo dan Ganjar tidak menggunakan kesempatan untuk hadir di acara Aksi Akbar Rakyat Indonesia Bela Palestina, maka kalau masyarakat tidak mau menoleh kepada mereka, jangan disalahkan.
"Masyarakat sudah pandai dan punya rasa. Kalau mereka (Prabowo dan Ganjar) tidak mau mengambil hati mereka, maka hati siapa yang akan mereka ambil," tegasnya. (rhm)





