Jakarta, Harian Umum - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra dipastikan bakal mengawal Anies Baswedan-Sandiaga Uno agar 23 janjinya saat Pilkada DKI Jakarta 2017 dapat terealisasi.
Pengawalan dilakukan setelah keduanya dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022 pada 20 Oktober mendatang.
Hal ini dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi dalam acara "Reses Kedua-2017, Serap Aspirasi" di kediamannya di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (8/6/2017).
"Tak hanya masyarakat Jakarta, sebagai partai pengusung, PKS dan Gerindra juga berkewjiban mengawal Anies-Sandi untuk memastikan kalau 23 janjinya saat kampanye Pilkada, dapat terealisasi," katanya.
Ia menjelaskan, saat ini program dan anggaran ke-23 janji itu sedang diupayakan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022 yang telah disusun Pemprov DKI, sehingga perlu disingkronisasi oleh Tim Singkronisasi Anies-Sandi yang dipimpin mantan Menteri ESDM Sudirman Said.
Selain itu, ke-23 program itu juga harus masuk dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2018 yang telah disusun Pemprov, agar sudah dapat digulirkan pada tahun depan.
"Untuk merealisasikan janji-janji itu, Anies-Sandi telah membentuk 10 kelompok kerja (Pokja) yang bertugas mengawal dan menerjemahkan ke-23 janji itu agar dapat direalisasikan. Di antaranya ada Pokja Ok OCE, Pokja Aman, dan sebagainya," imbuh politisi yang juga menduduki jabatan wakil ketua Komisi D di DPRD DKI itu.
Suhaimi yakin, dengan persiapan yang begitu matang, Anies-Sandi dapat merealisasikan janji-janji itu, sehingga slogan "Maju Kotanya, Sejahtera Warganya" yang diusung pasangan ini tidak menjadi slogan kosong belaka.
Apalagi, lanjutnya, dalam menjalankan roda pemerintahan di Pemprov DKI, Anies-Sandi tidak hanya akan menerapkan sistem open government yang menjamin adanya akan melibatkan seluruh masyarakat dalam membangun Jakarta.
"Plafon APBD Jakarta sangat besar; Rp70 triliun. Jadi, tinggal bagaimana kearifan pemimpin dalam mengelolanya, sejauh apa keterlibatan masyarakat dalam pembangunan kotanya, dan adanya program yang dapat dijalankan," pungkas dia.
Untuk diketahui, 23 janji Anies-Sandi di antaranya adalah merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) dalam bentuk KJP Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun), yang juga dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.
Kedua, merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat (KJS) dalam bentuk KJS Plus dengan menambahkan fasilitas khusus untuk para guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah dan pemuka agama.
Dan ketiga, membuka 200.000 lapangan kerja baru, membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga untuk menghasilkan 200.000 pewirausaha baru, selama lima tahun. (rhm)







