Jakarta, Harian Umum - Sekitar seratus orang akan menggelar aksi kubur diri di halaman kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Senin, 13 Maret 2017. Mereka menuntut PDI Perjuang yang berjanji akan memperhatikan nasib korban kerusuhan 27 Juli 1996 atau dikenal dengan sebutan Kudatuli itu.
Abu koordinator aksi itu mengatakan, dia dan kawan-kawan terpaksa melakukan demo lantaran PDIP sudah tutup mata dan hati terhadap para korban Kudatuli. Menurut dia, PDIP telah berjanji memberikan perhatian dan penghargaan kepada para korban. Janji itu, tidak hanya sekali, tapi sudah berulang kali. Namun janji tersebut tidak ada yang dipenuhi sampai sekarang.
“Sekarang janji tinggal janji, enggak ada realisasi,” katanya Senin, 13 Maret 2017.
Peristiwa Kudatuli bermula saat pendudukan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia di Jalan Diponegoro, Jakarta, oleh pendukung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Namun sekelompok orang yang mengaku pendukung Ketua Umum Soerjadi mengambil alih secara paksa.
Peristiwa yang berlangsung sudah 20 tahun lalu tersebut, dia dan sejumlah rekannya dalam posisi diserang di dalam gedung DPP PDI. Ia menyebut dirinya bagian dari pendukung kubu Megawati.
“Ya, kubu Bu Mega,” ujarnya.
Abu membantah protes ini bermuatan politis karena dilakukan saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, aksi tersebut semata-mata dilakukan untuk menuntut janji PDIP.
“Ada motif politik atau tidak, itu biarkan pihak lain yang melihat,” ucapnya.
Sumber: tempo.co







