Jakarta, Harian Umum - Pernyataan dari Anggota DPR RI Komisi I Charles Honoris yang mendesak agar Presiden Jokowi segera mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan bentuk pelecehan terhadap kewenangan Presiden.
Mengingat Jenderal Gatot Nurmantyo sangat loyal terhadap NKRI, Sapta Marga dan Presiden Jokowi. Hal tersebut disampaikan dalam pidato Panglima TNI di depan ribuan kader Partai NasDem beberapa waktu lalu.
“Kalau Charles Honoris minta seperti itu ke Presiden, kurang etis caranya. Pergantian Panglima TNI itu mutlak hak dari Presiden Jokowi" ujar Choir, Pemerhati TNI yang juga Exponen ‘98 di Jakarta (19/11/2017).
Mengingat semakin hari semakin menguat dukungan masyarakat terhadap Jenderal Gatot Nurmantyo. Ataukah ada yang merasa ketakutan dengan peran serta TNI sebagai institusi negara dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI ?? Tutur Choir.
Jika kedekatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan semua kelompok baik kelompok Islam maupun kelompok Nasionalis dianggap sebagai langkah politik oleh Charles Honoris, ini merupakan pernyataan yang kurang tepat.
Mengingat sebagai institusi negara bahwa TNI tidak berpolitik. Lanjut Choir.
Kalau seandainya Charles Honoris sadar dengan posisinya sebagai "Wakil Rakyat" selesaikan dulu urusan upah tenaga kerjanya yang belum dibayar bukan malah melepas tanggung jawab (ingat kasus BLBI). Tutup Choir.(rls)






