Jakarta, Harian Umum - Amerika Serikat (AS) mengevakuasi dua pangkalan militernya di UEA dan Qatar.
Hal ini diketahui Iran berdasarkan citra satelit, dan diketahui Iran, karena pemindahan itu dipublikasikan Fars, salah satu media negara tersebut.
"Mengutip citra satelit, Fars melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mengevakuasi dua pangkalan militernya di UEA dan Qatar," kata Al Mayadeen, Sabtu (25/7/2026).
Pangkalan militer AS di UEA yang dievakuasi adalah Pangkalan Udara Al Dhafra yang berada di selatan Abu Dhabi, sedang pangkalan militer AS di Qatar yang dievakuasi adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang berada di sebelah barat Doha.
Pangkalan Udara Al Dhafra merupakan markas Sayap Ekspedisi Udara ke-380 Angkatan Udara AS dan dianggap sebagai pusat strategis utama untuk pengintaian, pengisian bahan bakar udara, dan operasi pertahanan udara, serta pusat utama yang mendukung operasi militer di kawasan Asia Barat dan menyediakan cakupan intelijen untuk negara-negara di seluruh wilayah itu.
Pangkalan Udara Al Udeid dianggap sebagai pangkalan militer AS terbesar di Asia Barat. Pangkalan ini menjadi markas besar Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Sayap Ekspedisi Udara ke-379.
"Kedua pangkalan inj memainkan peran kunci dalam operasi militer AS selama agresi AS Iran yang dimulai pada 28 Februari dan berlanjut hingga hari ini," kata Al Mayadeen mengutip Fars.
Satelit yang menangkap gambar pemindahan kedua pangkalan militer tersebut adalah Sentinel-2 pada Jumat (24/7/2026).
Sebelum Pangkalan Udara Al Dhafra dipindahkan, Fars menyebut tiga hari sebelumnya AS menempatkan lima pesawat militernya di pangkalan itu, dan dari citra satelit terlihat pesawat itu sudah tidak ada. Artinya, kelima pesawat itu juga telah dievakuasi.
Evakuasi ini menyusul rilis citra satelit pada hari Minggu yang memperlihatkan kehancuran hanggar pesawat militer AS di dalam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti yang juga dikenal sebagai Pangkalan Udara Azraq, di Yordania, yang menampung pasukan AS.
Sebelumnya rilis citra satelit itu, IRGC menyerang Pangkalan Udara Muwaffaq Salti dengan rudal dan drone, dengan target tempat perlindungan jet tempur dan landasan parkir besar.
Dalam sebuah pernyataan, IRGC melaporkan bahwa operasi tersebut dilakukan pada dini hari sebagai bagian dari gelombang ke-20 Operasi Nasr 2. Serangan itu diluncurkan sebagai tanggapan terhadap agresi AS pada malam sebelumnya.
"Serangan dilakukan dengan rudal dan drone serentak yang menghancurkan tempat perlindungan jet tempur dan landasan parkir besar di pangkalan Amerika di Azraq, Yordania," kata IRGC.
"Setidaknya dua jet tempur Amerika dan tiga pesawat Amerika hancur total,sementara sejumlah pesawat lainnya mengalami kerusakan besar," imbuh IRGC.
Serangan itu terjadi tak lama setelah serangkaian serangan beruntun yang dilancarkan angkatan bersenjata Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Asia Barat, termasuk Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, di mana pihak AS mengakui kematian dua tentara Amerika dan kehilangan satu tentara lainnya.
Sebelumnya, jaringan televisi AS Fox News melaporkan bahwa setidaknya 13 tentara Amerika terluka akibat serangan Iran baru-baru ini yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. (man)




