Jakarta , Harian Umum - Gagasan program makan yang bergizi gratis harus dimatangkan. Saat sebelum terlaksana, program itu memerlukan bujet rencana. Begitu tegas Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin.
Melalui anggaran perencanaan, Pemerintah provinsi DKI dapat memperoleh gambaran berapakah bujet yang dibutuhkan untuk mengongkosi program itu sepanjang setahun.
Dengan diketahuinya kekuatan APBD jalani program itu, karena itu dapat ditegaskan perlu atau mungkin tidak suntikan bujet dari pemerintahan pusat. Apalagi, Jakarta banyak memiliki program bantuan.
"Ini harus dihitung kembali, apa mungkin atau mungkin tidak. Karena kan bujetnya tidak kecil. Ada beberapa anak Jakarta yang perlu diberi makan yang bergizi. Ya pada uji coba oke, sebagai cara untuk memfoto program itu sekalian kita menyaksikan kekuatan keuangan kita," tutur Suhud, Kamis (15/8).
Dia menggerakkan Pemerintah provinsi lakukan eksperimen pemberian makan yang bergizi gratis untuk beberapa anak Jakarta. Program itu sesuaikan dengan program pemerintahan pusat.
"Bisa saja itu dilaksanakan, maknanya untuk menyaksikan apa memang program itu bisa kita kerjakan sesuai gagasan yang dibikin oleh Pemerintahan Pusat atau mungkin tidak, kan kita harus uji-coba dahulu," kata Suhud.
Menurutnya, bujet program ini memerlukan dana yang lebih besar supaya anak Jakarta betul-betul mendapatkan makanan yang bergizi.
"Dan pun tidak mungkin program makan yang bergizi dengan bujet hanya Rp5 ribu sampai Rp7 ribu. Itu tidak mungkin. Perlu tetap bujet yang dipersiapkan dan dibujetkan dihitung dari saat ini, selanjutnya ditescobakan di sejumlah tempat," pungkas Suhud.
Jakarta , Harian Umum - Gagasan program makan yang bergizi gratis harus dimatangkan. Saat sebelum terlaksana, program itu memerlukan bujet rencana. Begitu tegas Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin.
Melalui anggaran perencanaan, Pemerintah provinsi DKI dapat memperoleh gambaran berapakah bujet yang dibutuhkan untuk mengongkosi program itu sepanjang setahun.
Dengan diketahuinya kekuatan APBD jalani program itu, karena itu dapat ditegaskan perlu atau mungkin tidak suntikan bujet dari pemerintahan pusat. Apalagi, Jakarta banyak memiliki program bantuan.
"Ini harus dihitung kembali, apa mungkin atau mungkin tidak. Karena kan bujetnya tidak kecil. Ada beberapa anak Jakarta yang perlu diberi makan yang bergizi. Ya pada uji coba oke, sebagai cara untuk memfoto program itu sekalian kita menyaksikan kekuatan keuangan kita," tutur Suhud, Kamis (15/8).
Dia menggerakkan Pemerintah provinsi lakukan eksperimen pemberian makan yang bergizi gratis untuk beberapa anak Jakarta. Program itu sesuaikan dengan program pemerintahan pusat.
"Bisa saja itu dilaksanakan, maknanya untuk menyaksikan apa memang program itu bisa kita kerjakan sesuai gagasan yang dibikin oleh Pemerintahan Pusat atau mungkin tidak, kan kita harus uji-coba dahulu," kata Suhud.
Menurutnya, bujet program ini memerlukan dana yang lebih besar supaya anak Jakarta betul-betul mendapatkan makanan yang bergizi.
"Dan pun tidak mungkin program makan yang bergizi dengan bujet hanya Rp5 ribu sampai Rp7 ribu. Itu tidak mungkin. Perlu tetap bujet yang dipersiapkan dan dibujetkan dihitung dari saat ini, selanjutnya ditescobakan di sejumlah tempat," pungkas Suhud.






