Jakarta, Harian Umum - Ribuan buruh akan bergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk menggelar aksi kenaikan tarif dasar listri (TDL) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Aksi tersebut akan diberi namakan sebagai Aksi 105 watt. Selain itu Demo juga akan digelar di beberapa kota besar.
Kenaikan tarif listrik dinilai tidak tepat karena berbarengan harga bahan pokok yang diprediksi akan melambung tinggi. Keputusan kenaikan harga listrik sangat tidak masuk akal karena dinilai hanya untuk menutupi defisit anggaran Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terus rugi.
“Pemerintah tidak bisa mengendalikan harga-harga, seperti bawang putih, minyak goreng, daging. Lalu, ditambah dengan kenaikan tarif dasar listrik, maka beban masyarakat akan semakin berat,” Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam lirisnya, Selasa, 9 Mei 2017.
Menurut Iqbal, kenaikan harga listrik akan berdampak pada penurunan daya beli buruh hingga 20 persen. Jika berbarengan dengan kenaikan harga bahan pokok, Iqbal memprediksikan daya beli masyarakat akan semakin menurun hingga 30 persen. Selain itu, Iqbal mengatakan gaji buruh tidak mencukupi jika harus menghadapi kenaikan tarif dasar listrik.
“Dengan demikian gaji buruh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan sehingga harus berutang. Ibaratnya gali lubang tutup lubang," kata Iqbal.
Aksi tersebut diharapkan bisa jadi rangkaian aksi perjuangan kaum buruh dan mahasiswa dengan membawa tuntutan tolak kenaikan harga tarif dasar listrik 900 VA. Selain itu, mereka juga akan menuntut penghapusan tenaga kerja outsourcing, pemagangan, serta penolakan terhadap upah murah.







