Jakarta, Harian Umum - Tujuh personel Angkatan Laut AS dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat bentrokan di atas Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang tengah berada di Teluk Persia.
"Bentrokan itu terjadi akibat meningkatnya keresahan di antara awak kapal induk tersebut akibat penugasan yang telah berbulan-bulan di Timur Tengah untuk operasi militer melawan Iran,' kata Al Mayadeen dikutip Rabu (12/8/2026).
Mengutip Tasnim, Al Mayadeen menjelaskan, bentrok itu pecah setelah seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper, naik ke kapal induk untuk membahas keluhan para awak yang mengaku diprotes oleh keluarganya akibat penugasan yang terlalu lama di Timur Tengah.
"Menurut Tasnim, berdasarkan sumber militer yang mengetahui informasi tersebut, alih-alih didengarkan, para awak kapal induk justru mencemooh dan melempari penasehat itu dengan botol air," kata Al Mayadeen.
Reaksi para awak itu memicu ketegangan yang akhirnya meningkat menjadi perkelahian.
Di antara awak yang terlibat, ada yang menjadikan pisau dan senjata tajam lainnya sebagai senjata
"Akibatnya, menurut sumber tersebut, tujuh personel tewas dan beberapa lainnya terluka," imbuh Al Mayadeen.
Pasca bentrok, suasana di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dikabarkan tetap tegang dan tidak tenang.
Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump mengerahkan sejumlah kapal induknya untuk mendukung serangan ke Iran yang dimulai pada tanggal 28 Februari 2026.
Kapal induk USS Abraham Lincoln sendiri diketahui telah berada di Timur Tengah selama 263 hari, di mana 208 hari berturut-turut di antaranya berada di lautan. Saat ini kapal induk beroperasi di Samudra Hindia, di mana misi utamanya adalah untuk menegakkan blokade perairan Iran.
Kapal induk ini pernah mencoba memasuki Selat Hormuz , akan tetapi diserang Iran dengan rudal balistik dan drone, sehingga ngacir ke Samudera Hindia.
Dengan menghabiskan waktu 208 hari berturut-turut di laut, hal ini menjadikan penempatan Kapal Induk USS Abraham Lincoln sebagai penempatan terlama dari kapal induk AS mana pun di era modern, dan kapal itupun hanya sempat singgah sebentar di Oman pada bulan Juli. (man)







