Jakarta, Harian Umum - Setelah 35 tahun Arab Saudi melarang buka bisnis bioskop kini Arab Saudi memberikan izin untuk bisnis bioskop pada awal 2018. Itu menunjukkan komitmen Saudi untuk menjadi negara yang moderat dan terbuka untuk investasi asing. Pengumuman itu disampaikan Kementerian Budaya dan Informasi. seperti dilansir Sindonew.com
Namun, nantinya bioskop di Saudi memiliki perbedaan dengan bioskop di negara lain. Bioskop di Saudi diperkirakan akan memisahkan antara penonton perempuan dan lelaki, serta ruang khusus untuk keluarga.
“Komisi Umum Media Audiovisual mulai memproses izin bioskop di Saudi. Kita memperkirakan bioskop pertama akan dibuka pada Maret 2018,” ungkap Ketua Komisi Umum Media Audiovisual (GCAM) yang dijabat Menteri Budaya dan Informasi Awwad Alawwad dilansir Reuters.
Pembukaan bioskop akan menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi. “Dengan mengembangkan sektor budaya yang lebih luas, kita akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru dan kesempatan pelatihan. Itu akan memperbanyak opsi hiburan di Saudi,” ujarnya.
Kebijakan pembukaan izin bioksop sebagai bagian dari Visi 2030 tentang reformasi program sosial dan ekonomi di Saudi. Pengumuman tersebut juga mengikuti kebijakan diperbolehkannya perempuan Saudi mengendarai mobil yang akan berlaku pada Juni 2018.
Data otoritas Saudi menunjukkan Visi 2030 akan meningkatkan belanja rumah tangga untuk hiburan dan budaya dari 2,9% menjadi 6% pada 2030. Dengan hadirnya bioskop akan membuka pasar domestik sekitar 30 juta orang pada 2030.
Nantinya, hingga 2030, Saudi akan membuka 300 bioskop dengan lebih dari 2.000 layar. Industri bioskop akan berkontribusi lebih dari 90 miliar riyal (USD24 miliar atau Rp328 triliun) untuk ekonomi Saudi. Itu juga akan membuka lebih dari 30.000 lapangan kerja baru hingga 2030. Sesuai dengan ambisi Visi 2030, Saudi Public Investment Fund akan menganggarkan USD2,67 miliar (Rp38 triliun) dalam investasi di dunia hiburan untuk menari wisatawan asing.
Siapa investor asing yang akan masuk? Vue Entertainment berbasis di Inggris sepertinya akan membuka bioskop pertama di Saudi. CEO Vue Entertainment Tim Richards telah diundang pada konferensi investasi di Riyadh pada Oktober lalu. Dia juga telah berbicara mengenai proyek laser dan kursi bioskop untuk pasar di mana dua pertiga populasinya berusia di bawah 30 tahun. Investor lain yang mungkin tertarik adalah AMC Theaters Wanda Group. Mereka memonitor perkembangan terkini untuk berinvestasi di Saudi.
Arab Saudi memang berambisi membangun kota hiburan raksasa di luar ibu kota Riyadh. Kota tersebut terdiri dari berbagai resor mewah, lapangan golf, sirkuit, dan taman hiburan. The Boston Consulting Group telah ditugaskan untuk mengidentifikasi pusat perbelanjaan dan taman hiburan untuk pengembangan investasi.
Kemudian, proyek pembangunan resor mewah Laut Merah akan dibangun di sepanjang garis pantai Saudi sepanjang 200 km membentang dari Umm Lajj hingga Al-Wajh. Nanti resor wisata Laut Merah seluas 34.000 km persegi itu lebih luas dibandingkan dengan Belgia.
Proyek prestisius itu bertujuan menarik wisatawan asing dan domestik sebagai upaya diversifikasi ekonomi Saudi pada saat harga minyak turun drastis. Pemberian visa bagi warga asing akan diperlonggar atau dibebaskan di zona wisata resor Laut Merah tersebut nanti.(tqn)







