Jakarta, Harian Umum - Dalam Kujungannya ke Saudi Arabia, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani kesepakatan kontrak penjualan senjata senilai Rp 1.400 triliun, Sabtu 20 Mei 2017.
"Ini bentuk dukungan terhadap Arab Saudi dan sekutunya dalam jangka panjang guna menghadapi pengaruh Iran dan terorisme," ujar Gedung Putih dalam pernyataannya.
Tidak ada laporan secara detail mengenai apa saja persenjataan yang akan dijual Amerika ke negara perto dolar tersebut. Namun beberapa media menyebutkan, berupa sistem pertahanan peluru kendali, teknologi radar, alat komunikasi, tank, dan kapal komando.
Deutsche Welle tahun lalu memaparkan laporan Sipri yang mencatat belanja persenjataan oleh Arab Saudi meningkat sebanyak 275 persen dalam lima tahun terakhir, Konflik di Suriah dan Yaman diyakini menjadi penyebab utama.
Saudi diketahui banyak membeli kendaraan lapis baja, helikopter dan jet tempur serta senapan serbu.
Amerika Serikat adalah pemasok terbesar dengan 46 persen, disusul Inggris sebsar 30 persen, dan Spanyol 5,9 persen.







