Jakarta, Harian Umum- Walikota Jakarta Utara Husein Murad mengatakan, kiprah Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Utara sebagai mitra pemerintahannya, luar biasa.
Ia berharap, ke depan kontribusi intel Pemprov DKI Jakarta ini juga tak hanya berkontribusi dalam masalah sosial, namun juga masalah fisik agar infrastruktur yang telah terbangun tak menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
"Selama ini kiprah FKDM luar biasa. Saya banyak sekali mendapatkan informasi penting dari FKDM, baik dari laporan yang diberikan, maupun melalui percakapan antarsesama anggota FKDM di grup-grup WhatsApp dimana saya ada di dalamnya," kata Husein saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) I FKDM Jakarta Utara di Ruang Bahari Kantor Walikota Jakarta Utara Lantai 14, Jakarta Utara, Rabu (29/11/2017).
Selain hal tersebut, ia mengungkapkan kalau anggota FKDM ada dimana-mana dan kapan saja, sehingga setiap kali ia blusukan ke kampung-kampung, ia selalu bertemu mereka. Bahkan meski telah larut malam.
Ia berpesan agar FKDM tak hanya mempertahankan kinerja ini, namun juga meningkatkannya karena ke depan dirinya berharap lembaga yang berdiri berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 12 Tahun 2006 dan Pergub DKI No 110 Tahun 2008 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat ini juga concern pada masalah fisik.
"Misalnya ada jembatan yang sudah tidak punya railing (pegangan dari kawat besi atau baja). Nah, kalau ini tidak segera dilaporkan, kan bahaya karena anak sekolah yang lewat situ bisa nyemplung ke sungai. Kalau yang seperti ini juga dilaporkan, maka bisa cepat diantisipasi," katanya.
Husein mengucapkan selamat menyelenggarakan Rakor I kepada FKDM Jakarta Utara, namun mengingatkan agar tidak membuat program yang terlalu melangit, sehingga susah diimplementasikan.
"Buatlah program yang sederhana, namun dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas," imbuhnya.
Ketua FKDM Rico Sinaga mengatakan, Rakor bertema "Perkokoh Rasa Kebangsaan dengan Menjalin Koordinasi, Harmonisasi dan Sinergitas dalam Bingkai NKRI" ini diselenggarakan selama tiga hari (29 November-1 Desember 2017) di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.
"Rakor ini juga akan mengevaluasi progres pelaksanaan tugas dan fungsi FKDM sebagai mitra Pemda, serta hambatan yang ditemui di lapangan dalam rangka mengembalikan ruh Indonesia agar tidak salah arah," katanya.
Seperti diketahui, FKDM yang beranggotakan 3.800 orang lebih merupakan intel plat merah di bawah koordinasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta.
Dalam menjalankan tugasnya, FKDM berkorsinasi dengan instansi terkait seperti Babinsa, Kodim dan Badan Intelijen Daerah. (rhm)







