Jakarta, Harian Umum- Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dicemooh masyarakat karena meminta ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maemoen Zubair (Mbah Moen) agar meralat doanya.
Kejadian ini diketahui berdasarkan cuplikan video yang beredar sejak Jumat (1/2/2019). Konon, video itu direkam dalam acara zikir yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Ponpes milik KH Maemoen Zubair. Acara ini juga dihadiri Presiden Jokowi dan istrinya pada hari yang sama.
Seperti dilansir detikcom, Jokowi dan rombongan, termasuk Romahurmuziy, tiba di Ponpes Al Anwar pada Jumat (1/2/2019) pukul 17.40 WIB. Kedatangan rombongan ini disambut para santri dan alumni Ponpes yang sudah berkumpul.
Jokowi menyalami mereka sambil berjalan menuju sebuah panggung kecil yang telah disiapkan, dan kemudian duduk bersebelahan dengan KH Maimoen Zubair.
Acara ramah tamah ini berlanjut dengan shalat magrib berjamaah dan zikir akbar dengan tema 'Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju'.
Namun ada yang aneh saat zikir akbar akan ditutup dengan doa oleh Mbah Moen, panggilan akrab KH Maimoen Zubair, karena saat doa dibacakan, ulama sepuh NU itu justru mendoakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo menang Pilpres 2019, bukan mendoakan Jokowi, sehingga dapat menjadi presiden dua periode.
Ini diketahui tak hanya dari rekaman video itu, tapi juga cuitan sejumlah warganet di akun media sosialnya.
"Ada yang menarik saat Jay (Presiden Jokowi, red) berkunjung ke kediaman KH Maimoen Zubair. Pak Kyai berdoa, tapi yang didoakan Pak Kyai ditujukan untuk Pak Prabowo. Tapi diralat Rommy (Romahurmuziy, red) agar yang didoakan itu Jay. Apa pun itu, alhamdulillah ... Prabowo didoakan paling awal. #2019PrabowoPresidenRI," ujar pemilik akun @Opposite6890 seperti dikutip harianumum.com, Sabtu (3/2/2019).
Dalam video itu nampak, setelah Mbah Moen berdoa dengan diamini semua yang hadir, termasuk oleh Presiden Jokowi, Romahurmuziy bangkit dari duduknya yang berada di belakang Mbah Moen, dan mengatakan sesuatu kepadanya seraya menunjuk ke arah Presiden Jokowi. Mike yang dipegang Mbah Moen bahkan sempat diambil politisi yang saat itu mengenakan kain sarung hijau tersebut.
Mbah Moen sempat agak bingung, entah karena sadar telah salah membacakan doa atau karena keberatan untuk mendoakan Jokowi, namun akhirnya ia berdoa kembali untuk Jokowi.
Perbuatan Romahurmuziy itu dicemooh warganet.
"Dalam acara zikir di Rembang bersama Presiden, baru kali ini doa diralat. Ditepuktangani lagi. Rom, apa nggak malu sama sarung? #KyaiMaimoenDoakanPrabowo," kicau akun @yadhijashar.
"Saya baru tahu kalau ada orang yang juga mengintervensi doa dan meminta mereviai doa seorang kyai. Memangnya doa bisa direvisi gitu?" kata politisi Partai Demokrat Ferdinand melalui akun Twitter-nya, @Ferdinand_Haean.
"Memangnya dla remedial doa? Duh Rommy, Rommy. Menjilat kok sampai segitunya," cibir akun @eae18.
Meski demikian, banyak warganet yang senang meski doa itu telah diralat, karena menurut mereka, doa pertama yang ditujukan untuk Prabowo akan lebih mustajab dibanding doa kedua yang ditujukan untuk Jokowi.
"Saya yakin doa Pak Kiai Moen yang paling tulus doa yang sebelum diralat Romi. Pak Prabowo pemimpin Indonesia :) #KyaiMaimoenDoakanPrabowo," kata akun @Asmara_1701.
"Insya Allah doa kyai hanif, Kyai Maimoen Zubair bimbingan dari Rabb semesta alam. Sinyal kuat pemilik alam semesta. Tugas kita berjuang, bukan menang atau kalah. #KyaiMaimoenDoakanPrabowo," kata akun @mjenar2.
Menurut warganet, doa Mbah Moen yang dibacakan dalam bahasa Arab tersebut artinya seperti ini:
"Maha Suci Allah yg jika Dia menghendaki sesuatu cukup Dia mengatakan jadi maka jadilah sesuatu itu.
Yaa Allah yg Maha Menggembirakan Gembirakanlah kami dr segala kesedihan
Yaa Tuhan kami jadikanlah org yg dekat kami ini
Ini Presiden Prabowo, jadikanlah ya Allah..., jadikanlah utk kedua kalinya ...
Yaa Tuhan kami berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan jauhkan kami dr siksa api neraka
Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin". (rhm)







