Jakarta, Harian Umum - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengingatkan tentang kondisi negara saat ini dan tantangan yang dihadapi partainya karena mencapreskan Anies Baswedan.
Namun, ia meyakinkan kader dan simpatisan partainya ahwa mereka akan tetap menjadi spartan-spartan yang tangguh dalam menghadapi semua tantangan yang dihadapi.
"Sampaikan salam saya kepada seluruh keluarga besar kita. Katakan, insya Allah di diri dan hati kita, meski berbagai tantangan yang kita hadapi, Kita akan tetap menjadi Spartan-Spartan yang tangguh untuk melakukan perubahan," kata SP, sapaan Surya Paloh, saat menyampaikan pidato politik di hadapan ratusan ribu kader dan simpatisan Nasdem dari seluruh penjuru Tanah Air, dan juga relawan Anies Baswedan, yang menghadiri Apel Siaga Perubahan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/7/2023).
Apel yang diselenggarakan dengan megah ini, karena menampilkan tarian dari berbagai daerah di Indonesia secara kolosal dan devile kader Nasdem dari DPD Aceh hingga Papua, selain dihadiri Anies Baswedan, juga dihadiri Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum Demokrat AHY.
SP mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda selama 350 tahun, bukan karena pemberian atau hadiah, tetapi karena daya dan upaya para pejuang dan pemikiran mereka.
Para pejuang tersebut, juga para the founding fathers, mewariskan alat pemersatu bangsa, yaitu Pancasila dan semangat gotong royong.
"Tapi saat ini bangsa kita telah berubah, dari semangat penuh kegotongroyongan dan kebersamaan, berubah menjadi bangsa dengan semangat keakuan, individualistik, yang menghargai nilai-nilai transaksional-materialistik, yang serba pragmatis. Itulah Indonesia hari ini. Kita terjebak pada pragmatisme, menjadi bangsa yang penuh kepura-puraan atau munafik" katanya.
Ia mengakui, pada Pilpres 2014 dan 2019 Nasdem mendukung Presiden Jokowi karena pihaknya menilai ada kesamaan visi dan misi antara Nasdem dan Jokowi, karena gagasan Revolusi Mental yang diusung Jokowi identik dengan slogan restorasi yang diusung Nasdem, yakni semangat perubahan.
"Tapi, sayang disayang, gagasan Revolusi Mental itu belum menjadi kenyataan," katanya
SP menegaskan bahwa Nasdem konsisten dengan slogan restorasinya dan juga konsisten untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan. Karenanya, menurut dia, kita perlu melakukan perubahan secara mendasar demi menjaga nilai-nilai dan keutuhan Indonesia.
"Kenapa kita harus memilih Anies Baswedan? Karena kita mau membuktikan, bahwa pluralisme yang kita hargai bukan hanya di bibir, tetapi juga dalam praktik kehidupan yang nyata. Pemikiran dinamis, moderat, konsisten dalam membangun rasa keindonesiaan seutuhnya wajib terus kita perjuangkan,” tegas dia.
Seperti diketahui, sejak memdeklarasikan Anies Baswedan pada 4 Oktober 2022, partai ini terus diganggu rezim dan para pendukungnya. Serangan tak hanya terjadi di media sosial oleh para buzzer politik bayaran, tetapi juga di dunia nyata.
Belakangan, Sekjen Nasdem Johnny G Plate ditetapkan sebagai tersangka kasus BTS dan kadernya yang menjabat sebagai Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, kini juga tengah dibidik KPK karena diduga melakukan korupsi.
Nasdem juga berkali-kali diisukan akan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang didalamnya juga terdapat PKS dan Demokrat.
Isi pidato kebangsaan SP sekali lafi mengisyaratkan bahwa Nasdem bersama PKS dan Demokrat solid mengusung Anies Baswedan. (man)





