Jakarta, Harian Umum-Menanggapi ada nya isue perombakan kabinet atau reshuffle yang akan akan dilakukan oleh presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto enggan bicara banyak soal isu tersebut. Menurutnya reshuffle kabinet telah menjadi isu bulanan bahkan mingguan di lingkungan istana. Kalau ada, ya, ditunggu saja. Tak usah dibincangkan siapa mau mengganti, siapa mau diganti, kapan mau diganti. Itu kan hak Presiden, untuk apa diributkan
”Reshuffle ini sudah jadi isu bulanan, bahkan mingguan,” ujar Wiranto saat ditemui di depan kantornya, di Jakarta Pusat, Selasa, 25 April 2017.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), menanggapi isue tersebut mengatakan kondisi yang dihadapi saat ini membuat banyak menteri akan sulit mencapai target kerja. Namun, melesetnya target itu tidak berarti menteri-menteri itu akan di-reshuflle. Kalla mencontohkan target penerimaan pajak pada Kementerian Keuangan yang pasti tidak bisa dicapai. Demikian juga dengan target pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam membangun jalan yang akan sulit karena terkendala anggaran.
"Target itu harus dicapai, iya. Tapi dalam keadaan hari ini, tidak banyak menteri yang bisa mencapai targetnya. Jadi, tidak berarti diganti semua," kata Jusuf Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 25 April 2017.
Sinyal reshuffle kembali menguat karena pernyataan Presiden Joko Widodo di Forum Ekonomi Umat yang diadakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pekan lalu. Saat membuka forum itu, Jokowi membicarakan target Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk menyelesaikan sertifikasi lima juta bidang tanah hingga akhir 2017. Jokowi Juga sudah memiliki penilaian mengenai menteri yang pantas diberhentikan dan mana yang tidak. Dia tak mempersoalkan jika standarnya disebut terlalu tinggi.
”Kalau tidak selesai, ya, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti. Ya saya blak-blakan saja, dengan menteri juga begitu. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot, dan yang lain-lainnya,” kata Jokowi saat itu.







