Jakarta, Harian Umum - Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor di Sumatera, baik di Aceh, Sumatera Barat maupun Sumatera Utara.
Angkanya, Rp15 juta bagi yang meninggal, dan Rp5 juta bagi yang luka-luka.
"Kalau untuk yang wafat ada santunan Rp 15 juta, kalau untuk yang luka-luka berat ada Rp 5 juta," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, santunan yang merupakan bentuk tali asih dari pemerintah ini untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan pemerintah dan rakyat di tengah-tengah bencana.
Namun, ia mengatakan, santunan itu akan diberikan setelah seluruh asesmen rampung.
Menurut data, saat ini Kemensos sudah mendirikan 30 dapur umum di lokasi bencana, di mana ke-30 dapur umum itu menyajikan makanan kurang lebih 80.000 porsi per hari bagi para korban yang terdampak.
"Dapur-dapur ini sudah kita lakukan (dirikan red) sejak awal ketika terjadi bencana, sampai nanti waktu yang dibutuhkan," jelas Gus Ipul.
Operasional dapur-dapur itu dijalankan oleh lebih dari 500 personel dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang juga membantu evakuasi.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hingga Selasa (2/12/2025) ini jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera dan Aceh bertambah menjadi 631 orang, dengan rincian: Sumatera Utara 293 orang, Sumatera Barat 165 orang dan Aceh 173 orang.
Sementara yang hilang 472 orang, yang luka-luka 2.600 orang, dan yang mengungsi 1 juta orang. Rinciannya, yang hilang di Aceh sebanyak 204 orang dan yang luka 1.800 orang.
Di Sumatera Barat, yang hilang tercatat 114 orang dan yang luka-luka 112 orang, sedang di Sumut yang hilang 153 orang, dan yang terluka 614 orang. (man)







