Jakarta, Harian Umum- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana diprediksi akan segera mengenakan jaket biru dengan lambang matahari terbit.
Pasalnya, politisi yang akrab disapa Haji Lulung itu dikabarkan telah bertemu Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, Minggu (1/4/2018).
"Mereka bertemu selama sekitar 2-3 jam, dari sore sampai malam," ujar pengamat kebijakan publik dan politik Amir Hamzah kepada harianumum.com di Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Diakui, kiprah Lulung di PPP telah selesai setelah konflik di tubuh partai berlambang Ka'bah itu, yang membelah partai menjadi dua kubu, yakni kubu Romahurmuzziy dan kubu Djan Faridz, dimenangkan kubu Romahurmuzziy.
"Selama konflik, Lulung memang ada di kubu Djan Faridz," jelas Amir.
Meski demikian, aktivis gaek yang telah malang melintang di DKI Jakarta sejak 1972 ini mengaku sempat mendengar kabar kalau Kubu Romi, panggilan Romahurmuzziy, sempat ingin menarik Lulung untuk ditempatkan di DPP atau DPW, tapi Lulung menolak.
"Politisi PPP yang satu ini memang masih punya idealisme. Dia bahkan sempat berambisi untuk menyatukan dua kubu di partainya, tapi tak berhasil," katanya.
Amir menilai, melompat ke partai lain seperti PAN, bagi Lulung merupakan alternatif yang terbaik, karena nuraninya takkan dapat menerima kebijakan Romi yang mendukung Jokowi pada Pilpres 2014, mendukung Ahok di Pilkada DKI 2017, dan dipastikan akan kembali mengusung Jokowi di Pilpres 2019.
"Sebagai anak Betawi yang kuat berpegang pada ajaran Islam, dan tahu persis bagaimana Jokowi dan Ahok, kebijakan politik Romi merupakan kebijakan politik yang tak dapat ditolerir Lulung. Itu sebabnya ketika Pilkada DKI 2017, dia dan seluruh anggota Fraksi PPP mendukung Anies-Sandi, bukan Ahok-Djarot, dan konsekuensinya haris dihadapi sekarang," imbuhnya.
Namun demikian Amir mengatakan, ke partai mana pun Lulung ingin berlabuh, dia dipastikan akan diterima karena selain figurnya telah membumi di percaturan politik Ibukota, bahkan nasional, Lulung juga memiliki kemampuan yang lebih.
Dengan posisi terakhir sebagai ketua DPW PPP DKI Jakarta dan mampu membuat partainya meraih 10 kursi di Pileg 2014, Lulung akan mampu membesarkan partai dimana dia berlabuh.
Ditambah lagi karena saat ini Lulung menjabat ketua Pemuda Panca Marga (PPM), sehingga tak diragukan politisi ini memiliki basis pemilih yang kuat di kalangan umat Islam dan keluarga besar veteran.
"Jadi, kalau nanti dia nyaleg dari PAN, bisa dipastikan dia akan terpilih dan kembali menjadi anggota DPRD," tegas Amir.
Namun demikian aktivis ini mengingatkan, jika pada Agustus 2018 nanti Lulung mendaftar sebagai caleg PAN, maka dia harus mengundurkan diri dari jabatan wakil ketua DPRD DKI karena jabatan ini diemban karena pada Pileg 2014 dia terpilih melalui PPP.
Seperti diketahui, PPP terbelah setelah Romi mengkudeta Suryadharma Ali dari jabatan ketua umum, karena ketuanya ini tak hanya terjerat kasus korupsi dana haji, namun juga mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2014.
Setelah kemudian kader-kader dari kubu Suryadharma Ali memilih Djan Faridz sebagai ketum baru melalui Muktamar VIII di Jakarta pada November 2014, Romi tak mau melebur dan tetap berada pada posisi sebagai pendukung Jokowi yang telah memenangi Pilpres 2014.
PPP juga masih terbelah saat Pilkada DKI 2017, sementara perseteruan kedua kubu yang telah masuk ramah hukum, dimenangkan kubu Romi pada tingkat kasasi maupun peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA), sehingga praktis kepengurusan DPP PPP periode 2016-2021 yang diakui negara adalah kepengurusan kubu Romi sebagai ketua umum dengan Sekjen Asrul Sani.
Soal dirinya kini sudah tidak berpartai, diakui Lulung saat berbincang dengan harianumum.com.
"Saya sudah nggak berpartai," katanya.
Dalam perbincangan itu, yang sempat menyinggung tentang prospek partai di 2019, Lulung sempat menyebut nama PAN, meski tidak mengatakan dirinya sedang melakukan loby ke partai itu.
PAN bersama Gerindra, PKS dan PBB diprediksi bakal mendulang suara signifikan di Pileg 2019, karena umat Islam atas imbauan ulama, berada di belakang keempat partai ini. (rhm)







