Jakarta, Harian Umum - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP, Abraham Lunggana mengatakan, ia akan konsisten mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam memimpin Jakarta untuk periode 2017-2022, meski sikapnya ini kemungkinan akan bertentangan dengan fraksi yang merupakan kepanjangan tangan partai.
"Oh, iya, dong, saya akan konsisten mendukung Anies-Sandi seperti saat Pilkada. Apalagi setelah dilantik Oktober mendatang," katanya usai rapat singkronisasi di Balaikota, Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Politisi yang akrab disapa Haji Lulung ini menjelaskan ada beberapa alasan mengapa ia bersikap seperti itu, yakni karena selain dirinya termasuk anggota tim yang memenangkan pasangan ini, kebijakan Anies-Sandi pun diyakini akan sangat pro rakyat, termasuk untuk umat Islam.
"Anies-Sandi akan menerapkan open government, yang artinya akan transparan, dan juga menerapkan prinsip kebijakan bergerak atau kebijakan yang melibatkan semua masyarakat. Ini tentu harus didukung," katanya.
Seperti diketahui, Lulung termasuk satu dari 10 kader PPP yang membelot saat Pilkada DKI Jakarta 2017 digelar. Pada putaran pertama, ia mendukung pasangan Agus-Silvi yang diusung Koalisi Cikeas, dan pada putaran kedua melompat ke kubu Anies-Sandi yang diusung Gerindra dan PKS. Ia lakukan ini karena tidak sreg dengan pasangan Ahok-Djarot yang diusung PDIP, Golkar, NasDem, Hanura dan PKB.
Karena tindakannya ini, Lulung yang juga menjabat sebagai ketua DPW PPP DKI Jakarta, dipecat Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz.
Namun ketika ditanya soal statusnya saat ini setelah pemecatan, Lulung mengatakan bahwa hingga kini ia justru masih menunggu surat resmi pemecatan dirinya dari DPP, karena selama surat itu belum ada, maka pemecatan terhadap dirinya belum sah.
"Lagipula apa yang saya lakukan sama sekali tidak melanggar AD/ART partai, dan kalau surat itu keluar pun, saya bisa melakukan pembelaan," katanya.
Lulung bahkan mengatakan bahwa langkahnya tidak mendukung Ahok-Djarot seperti kehendak partai, terbukti benar karena Ahok kalah dan Anies menang.
Tak hanya itu, dari kemenangan itu juga membuktikan kalau kader PPP di Jakarta, juga akar rumputnya, berpihak kepadanya, sehingga kader PPP di Jakarta menjadi bagian dari umat Islam yang memenangkan Anies-Sandi dengan suara 57,96%, sementara Ahok hanya memperoleh 42,04%. (rhm)







