Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto disebut marah besar atas keluarnya peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait masalah transparansi di pasar modal.
Seperti diketahui, peringatan disertai ancaman akan menurunkan status Bursa Efek Indonesia (BEI) dari emerging market menjadi frontier market itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok pada 28-29 Januari 2026, sehingga perdagangan saham sempatbdihentikan (trading halt) berkali-kali karena mengalami penurunan yang signigikan, bahkan mencapai lebih dari 8%..
"Dia (Prabowo) sangat marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama karena kehormatan negara kita yang dipertaruhkan, kehormatan negara kita dipertaruhkan! Dan investor ritel banyak yang rugi, kan? Banyak yang rugi. Jadi, ini sangat penting," kata Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara ASEAN Climate Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia menyebut, ke depan pemerintah akan memperketat pengawasan di pasar modal. Ia bahkan mewanti-wanti pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, dan Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi bahwa pemerintah berupaya memperketat pengawasan untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan negara.
Hal ini juga disebut menjadi perhatian besar dari Presiden Prabowo.
"Pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, Beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," tegas Hashim. (man)






