Jakarta, Harian Umum - Ketua Dewan Pembina KONI DKI Jakarta, M Taufik, meminta pengurus lembaga yang dibinanya itu agar segera mengajukan tambahan anggaran guna mencapai target menjadi juara umum PON XX di Papua tahun depan.
Pasalnya, berdasarkan laporan Ketua Umum KONI DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo, meski penyelenggaraan PON tinggal 469 hari, namun persiapan para atletnya belum maksimal. Taufik mengingatkan, jika anggaran untuk membeli peralatan tidak mencukupi, maka pengurus KONI segera ajukan tambahan ke Pemprov DKI mumpung APBD Perubahan masih dibahas.
"Kalau mendengar paparan ketua umum tadi, saya pesimis DKI Jakarta bisa jadi juara umum, karena semangat saja memang tidak cukup kalau peralatan saja tidak memadai," kata Taufik dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Olahraga Menuju PON XX/2020 Papua di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019) malam.
Sebagai pembina KONI, ia juga mendorong agar peralatan yang dibeli merupakan peralatan yang memenuhi standar untuk semua cabang olahraga.
"Jangan sampai terjadi, sampai PON diselenggarakan, sepeda gunung saja masih pinjam. APBD DKI itu besar, hampir Rp100 triliun, masak kalah sama Jatim yang APBD-nya hanya Rp20 triliunan?" tegasnya.
Taufik bahkan menyarankan agar untuk mengatasi masalah pendanaan, KONI juga melakukan presentasi di hadapan pengusaha agar mau menjadi 'bapak angkat' bagi Cabor-Cabor yang dipertandingkan di PON.
"Presentasi itu bisa difasilitasi Sekda atau gubernur," tegas ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu.
Acara yang dihadiri oleh Sekda DKI Saefullah mewakili Gubernur Jakarta Anies Baswedan; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Ahmad Firdaus; Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Syahrial; Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali; perwakilan dari KONI Pusat dan ratusan atlet, pelatih serta para pimpinan cabang olahraga (Cabor) yang akan berlaga di PON XX. (tqn)







