Jakarta, Harian Umum- Tiga calon wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta mulai hari ini, Rabu (23/1/2019), mulai menjalani proses yang cukup panjang agar dapat lolos fit and proper test dan mendudukI jabatan yang kosong itu, terhitung sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 untuk mengikuti Pilpres 2019.
Ketiganya adalah Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.
"Berdasarkan hasil rapat kordinasi panelis dengan pimpinan DPD Partai Gerindra dan DPW PKS DKI Jakarta, pada hari ini para Cawagub diminta untuk membuat risalah, atau makalah kalau bagi mahasiswa, yang menggambarkan pikiran mereka sebagai Cawagub untuk dipaparkan di hadapan panelis," ujar anggota Panelis Fit And Proper test Cawagub DKI, Syarif, dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).
Risalah itu, lanjut dia, akan dipaparkan di hadapan panelis pada Senin (27/1/2019), dan pada kesempatan itu panelis akan mendalami risalah yang disampaikan para calon.
Namun sejalan dengan itu, mulai Kamis (24/1/2019) hingga Senin (27/1/2019), panelis akan melakukan tracking untuk mengetahui rekam jejak para calon, dan untuk hal ini panelis mengharapkan adanya partisipasi masyarakat, termasuj jurnalis, untuk memberikan masukan-masukan.
"Jadi, kalau ada info yang baik atau sebaliknya, disampaikan ke kami," kata Sarif.
Ia memastikan bahwa proses fit and proper test ini akan selesai pada 9-10 Februari, sehingga sesuai kesepakatan kedua partai pada Senin (21/1/2019), pada 11 Februari dari ketiga calon itu sudah terpilih dua nama untuk diserahkan kepada Gubernur, dimana untuk selanjutnya kedua nama itu dikirim ke DPRD untuk dipilih salah satunya melalui sidang paripurna.
Namun demikian wakil ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini mengakui, panelis tidak memberi skor terhadap ketiga calon, karena hang dilakukan panelis hanya mendalami kualitatif ketiga calon tersebut, sehingga didapat gambaran dari ketiga calon itu, yang mana saja yang layak diajukan ke Gubernur.
"Jadi, keputusan tentang dua nama yang akan dikirim ke Gubernur tetap ada di pimpinan DPD Gerindra dan DPW PKS," katanya.
Karena hanya mendalami kualitatif calon, saat rapat kordinasi antara panelis dengan pimpinan DPD Partai Gerindra dan DPW PKS DKI Jakarta yang juga dilangsungkan hari ini di Hotel Aryaduta, disepakati untuk menggunakan tiga indikator, yakni integritas, rekam jejak dan kemampuan bersinergi dengan Gubernur Anies Baswedan dimana di dalamnya mencakup pemahaman tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ketua DPW PKD DKI Jakarta Syakir Purnomo yang juga hadir saat konferensi pers, mengatakan, ketiga calon yang mengikuti tes kelayakan dan kepatutan ini merupakan kader-kader yang terbaik.
"Dengan menjalani fit and proper test ini, maka akan terpilih yang terpilih yang terbaik dari yang terbaik untuk mendampingi Gubernur," katanya.
Seperti diketahui, berdasarkan peraturan perundang-undangan, yang berhak menggantikan Sandi adalah kader partai pengusung saat Pilkada yang mendudukkan Sandi sebagai Wagub DKI periode 2017-2022 melalui Pilkada Jakarta 2017, yakni PKS dan Gerindra.
Berdasarkan hasil pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman pada September 2018, disepakati bahwa pengganti Sandi adalah kader PKS.
Keempat panelis yang melakukan fit and proper test adalah:
1. Eko Prasojo, mantan wakil MenPAN-RB
2. Siti Zuhro, pakar politik LIPI
3. Ubeidilah Badrun, aktivis gerakan mahasiswa dan pendiri FKSMJ 1996
4. Syarif, wakil ketua DPP Grindra DKI Jakarta
(rhm)







