Washington, Harian Umum - Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/5/2026) waktu Washington mengancam akan kembali mengebom Iran, bahkan dengan tingkat dan intensitas yang lebih tinggi jika negara itu menolak proposal terbaru yang diusulkannya.
Trump mengaku, jika Iran menghormati apa yang telah disepakati, perang AS-Israel di Iran dapat berakhir dan Selat Hormuz dapat dibuka kembali.
“Dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, 'Epic Fury' yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz dibuka untuk semua, termasuk Iran," kata Trump melalui akun Truth Social-nya dikutip dari Al Arabiya, Kamis (7/5/2026).
“Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya,” imbuh Trump.
Diberitakan sebelumnya, Axios pada Rabu (6/5/2026) melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang. Media AS itu membuat laporan tersebut berdasarkan keterangan dua pejabat negaranya, dan dua sumber tambahan yang diberi pengarahan tentang hal tersebut.
Dalam laporannya, Axios mengatakan bahwa Gedung Putih percaya mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Iran dan menandatangani nota kesepahaman satu halaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan menetapkan kerangka kerja untuk pembicaraan nuklir yang lebih rinci.
Nota kesepahaman yang diusulkan mencakup ketentuan di mana Iran akan berkomitmen untuk moratorium pengayaan nuklir, sementara Amerika Serikat akan setuju untuk mencabut sanksi dan melepaskan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.
"Kedua belah pihak juga akan menghapus pembatasan yang memengaruhi transit melalui Selat Hormuz," kata Axios dikutip Al Mayadeen.
Tasnim News Agency, kantor berita semi-resmi Iran, melaporkan bahwa Iran belum menanggapi proposal terbaru AS itu. Namun, mengutip sumber anonim di pemerintahan Iran, Tasnim melaporkan bahwa proposal itu berisi beberapa ketentuan yang tidak dapat diterima.
“Menggunakan bahasa ancaman terhadap Iran tidak efektif dan dapat memperburuk situasi bagi Amerika Serikat,” kata sumber tersebut. (man)







