Subang, Harian Umum - Isak tangis keluarga 11 korban kecelakaan .maut di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam, pecah ketika jenazah diberangkatkan dari RSUD Subang, Minggu (12/5/2024) pukul 09.45 WIB ke rumah keluarganya masing-masing.
Dari 11 korban tewas, 10 di antaranya pelajar SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, dan seorang warga Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.
Sebelas korban kecelakaan maut bus pariwisata Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat, sudah diberangkatkan ke rumah duka masing-masing. 10
Selain menewaskan 11 orang, kecelakaan yang melibatkan dua.mobil dan tiga sepeda motor itu juga mencederai 33 orang yang hingga siang ini masih dirawat di di RSUD Subang.
"Luka berat 16, luka ringan 17. Serta di RS Hamori 2 luka berat dan 2 luka ringan," ujar Kepala Dinkes Subang, dr Mazi, Minggu(12/5/2024).
Namun, Mazi menjelaskan, sebagian korban luka ringan maupun berat yang menjalani perawatan di RSUD Subang telah dibawa keluarganya untuk menjalani pengobatan di Depok.
"Hanya 3 orang luka berat yang sedang diresusitasi atas nama Meta, Rindu dan Suci. Sisanya sudah alih rawat ke Depok," katanya.
Pemkot Depok mengerahkan 52 ambulans untuk mengantar para korban, baik yang meninggal maupun luka-luka.
Kronologi
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan pemeriksaan petugas di lapangan, diketahui kalau kecelakaan maut itu bermula ketika Bus Trans Putera Fajar AD 7524 OG yang ditumpangi para siswa SMK Lingga Kencana, Depok, oleng ke kanan saat melaju pada jalan yang menurun.
Bus itu kemudian menabrak mobil Feroza yang datang dari arah berlawanan, sehingga bus itu terguling miring ke kiri dengan posisi ban kiri di atas, tapi bus tidak langsung berhenti, melainkan menggelosor ke bawah, serta.menabrak tiga motor yang terparkir di bahu jalan.
"Bus baru terhenti setelah menabrak tiang listrik di bahu jalan arah Subang menuju Bandung, tepat di depan Masjid As Saadah," jelas Jules.
Empat orang tewas di tempat kejadian kejadian. Lokasi ini berada di depan gerbang Lembah Sari Mas Ciater,Kabupaten Subang.
Kepala Dinas Perhubungan Subang, Asep Setia Permana, menjelaskan, para siswa SMK di dalam bus nahas itu dalam perjalanan pulang ke Depok setelah mengadakan acara di Bandung.
"Bus rombongan anak SMK Lingga Kencana Depok telah mengadakan acara perpisahan di Bandung," katanya saat dihubungi CNN Indonesia.
Di sisi lain, seperti dilansir tribunjabar.id, Asep mengatakan, bus yang ditumpangi para siswa SMK itu sudah tua.
"Bus tersebut tahun beroperasi dari 2006, sudah tua,' katanya.
Namun, untuk penyebab pasti penyebab kecelakaan, Asep mengatakan, kemungkinan akan diumumkan seusai pemeriksaan kendaraan bus tersebut bersama Komite Nasional Keselamatan Transportadi (KNKT) dan pihak kepolisian.
Dugaan sementara, bus itu mengalami rem blong saat menuruni jalan di lokasi kejadian. (rhm)


