Jakarta, Harian Umum - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengumumkan bahwa nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah resmi ditandatangani secara digital oleh presiden kedua negara.
Berbicara kepada wartawan pada hari Rabu (17/6/2026) waktu setempat, Baghaei mengatakan bahwa Nota Kesepahaman Islamabad telah ditandatangani pada saat pernyataannya, dan kedua pihak telah sepakat untuk menyelesaikan proses tersebut secara elektronik daripada melalui upacara formal.
"Saat saya berbicara dengan Anda sekarang, teks nota kesepahaman Islamabad mungkin telah ditandatangani oleh presiden Iran dan Amerika Serikat," kata Baghaei di awal konferensi, dikutip dari Al Mayadeen, Kamis (18/6/2026).
Ia kemudian mengkonfirmasi bahwa nota kesepahaman tersebut telah resmi ditandatangani.
Ia menjelaskan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani secara digital dan tidak akan ada upacara penandatanganan di Swiss, meskipun rencana agar tim negosiasi tetap berada di Jenewa masih berlaku.
Menurut Baghaei, tanda tangan presiden meningkatkan bobot politik perjanjian dan meningkatkan biaya yang terkait dengan pelanggaran di masa mendatang.
"Ketika nota kesepahaman ditandatangani oleh presiden kedua negara, melanggarnya akan menimbulkan konsekuensi yang lebih besar," katanya.
Baghaei menambahkan, teks tersebut kini telah sepenuhnya diselesaikan dan mencerminkan semua isu utama yang telah dibahas selama proses negosiasi.
"Teks nota kesepahaman Iran-AS kini secara resmi telah diselesaikan karena kedua pihak telah menandatanganinya," kata Baghaei.
"Tidak ada hal yang belum dibahas selama proses ini," imbuh dia. (man)







