Jakarta, Harian Umum - Wakil Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Muhammad Ongen Sangaji mengatakan hasil survey tidak bisa dijadikan penentu pasangan calon mana yang bakal memenangkan Pilkada DKI tahun 2017.
"Pada putaran pertama, dari hasil survey rata-rata memprediksi Ahok-Djarot kalah. Tapi hasil pencoblosan sebenarnya justru sebaliknya," kata Ongen sapaan akrap pria tersebut di Kantor DPD Hanura DKI, di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/3/2017).
Seperti diketahui hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memastikan pasangan Anies-Sandi unggul satu persen atas pasangan Ahok-Djarot. Pasangan Anies-Sandi mendapat 47,9 persen, sementara Ahok-Djarot memperoleh 46,9 persen.
Bahkan menurut Ketua DPD Hanura DKI Jakarta itu, hasil survey yang menunjukan Ahok-Djarot bakal kalah akan menjadi pemicu semangat untuk menggencarkan sosialisasi pada masyarakat.
"Justru bagi kita hasil survey tersebut (kalah) membuat kita makin semangat untuk bertarung. Karena kita merasa ada tantangan. Kalau sudah menang kita pasti akan terlena," ujar Ongen.
Adapun target kemenangan Ahok-Djarot, Ongen memprediksi berada di atas 52 persen. Ongen yakin target tersebut bisa dicapai karena semua tim dan partai pendukung Ahok-Djarot bekerja keras untuk meraih simpati warga Jakarta.
"Saya yakin pasangan Ahok-Djarot akan meraih minimal 52 persen pada Pilkada putaran kedua nanti. Sebab saya kadang baru bisa tidur jam 3 pagi, itu lantaran banyak tokoh masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat yang ingin mendukung Ahok-Djarot," papar Ongen.
Survei SRMC sendiri dilakukan dari 31 Maret-5 April 2017 dengan sampel 800 orang yang dipilih dengan metode stratified systematic random sampling. Margin of error kurang lebih 4,7 persen.







