Jakarta, Harian Umum- Warganet menanggapi negatif informasi yang disampaikan mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penggeledahan rumah dinas Deddy Mizwar, mantan Wagub Jawa Barat yang juga Cagub yang diusung Partai Demokrat di Pilkada Jabar 2018, oleh Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan.
Informasi itu disampaikan SBY melalui konferensi pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).
"Anda percaya rumah dinas wagub Deddy Mizwar digeledah plt gubernur? 1. Kasus apa? 2. Tidak ada peraturan per UU an yg beri kewenangan plt gubernur melakukan penggeledahan 3. Hanya penyidik yg punya kewenangan itu
4. Mana surat izin penggeledahan? Ini dagelan, Menipu rakyat," ujar pemilik akun @IreneViena, Minggu (24/6/2018).
"Dengan terjadinya "penggeledahan rumah dinas wagub Deddy Mizwar" tsb kita semua harus mulai waspadai arah bantuan pemenangan dari plt gubernur Jabar patut diduga untuk memenangkan Deddy Mizwar dan Demul. Bingo !" kata akun itu lagi.
Lebih tegas, akun @IreneViena mengatakan; "Satu hal terungkap dgn peristiwa penggeledahan rumah dinas deddy mizwar yakni kita jadi tahu agenda plt Gub adalah memenangkan Deddy Mizwar. Seperti biasa, analisa dan prediksi saya insya Allah tepat. Pantau ketat 24 jam DM dan MI."
Akun yang cuitannya antara lain membongkar dugaan kecurangan yang dilakukan SBY pada Pilpres 2009 dan 2014 demi memenangkan dirinya dan Jokowi itu juga mengatakan begini; "Playing Victim, mengesankan diri seolah2 menjadi korban penzaliman, curhat dan lebay adalah keahlian SBY yg sdh diketahui rakyat dari dulu. Meski masih banyak yg dungu atau lugu tetap menjadi korban penipuan SBY. Maklum tdk semua rakyat cerdas dan waspada."
Akun @Guru_Socrates, @CitraShanie, @ProklamatorRI dan @AdvokatBS juga berpendapat tak jauh berbeda.
"Aneh, adegan sandiwara penggeledahan rumah dinas Deddy Mizwar langsung ditanggapi SBY melalui konfrensi pers untuk memicu simpati pemilih kepada Deddy Mizwar. Luar biasa SBY ga kapok2 ga tobat menipu rakyat! Jurus Lebay Sang Resi!" kata @Guru_Socrates.
"Hihi geli lihat sandiwara penggeledahan rumah deddy mizwar oleh Iriawan. Jadi ketahuan Plt Gubernur Jawa Barat berpihak ke DEmizt dan akan gunakan segala cara menangkan Demizt. O o kamu ketahuan hihihi. Pak @SBYudhoyono pake acara konpres lagi mau nipuin rakyat!" kata @CitraShanie
"Agus Widjojo, M Iriawan, SBY harus pakai strategi baru donk utk memenangkan deddy mizwar. Masak modus usang mengeksploitasi simpati publik melalui penggeledahan dagelan kayak begitu masih dipakai? Itu namanya pelecehan kecerdasan rakyat! Emangnya rakyat dungu semua?" kecam @ProklamatorRI.
"Pak @SBYudhoyono kok ga tobat2 mengadalin rakyat pakai sandiwara penggeledahan rumah wagub oleh plt Gubernur. Apa Bapak pikir rakyat betah bodoh mau ditipu terus???" tanya akun @AdvokatBS.
Untuk diketahui, saat konferensi pers, Sabtu (23/6/2018), SBY mengingatkan lembaga pemerintah, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI untuk netral saat Pilkada, karena ia mendapat laporan telah terjadi kecurangan di Pilkada yang merugikan pasangan calon yang diusung Partai Demokrat. Salah satunya di Pilkada Jabar.
Belum lama ini, kata presiden ke-6 RI itu, ia menerima laporan bahwa rumah dinas mantan Wagub Jabar yang kini menjadi Cagub Jabar Deddy Mizwar, digeledah.
"Apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur digeledah, diperiksa pimpinan pejabat gubernur?" katanya.
Ia juga mengatakan, tak hanya rumah Demiz yang digeledah, tapi juga rumah Bupati Purwakarta yang juga Cawagub Demiz di Pilkada Jabar; Dedi Mulyadi.
"Mengapa hanya pasangan ini (yang rumah dinasnya digeledah)? Mengapa pasangan yang lain tidak dilakukan?" tanya SBY.
Meski demikian SBY mengaku, Sejauh ini ia belum menerima informasi tentang kecurangan menjelang hari pencoblosan Pilgub Jabar maupun Pilkada kota/kabupaten di seluruh Indonesia, namun ia meminta pemerintah, BIN, Polri, dan TNI bersikap netral agar pemerintah dapat menjadi contoh dalam kompetisi politik.
"Saya juga berharap rakyat berani menolak semua tindak kecurangan, termasuk ketidaknetralan. Biarlah rakyat menggunakan haknya untuk memilih siapa pun yang disukai diyakini bisa memimpin," katanya.
Sementara itu, Demiz membenarkan kalau rumah dinasnya digeledah, meski ia sudah tidak menempatinya lagi sejak pertengahan Februari 2018.
"Pake drone, rumah saya diawasi. Dikira saya itu maling atau apa," kata dia.
Ia mengaku, penggeledahan dilakukan dua kali. Pertama, setelah dirinya meninggalkan rumah dinas. Penggeledahan ini, katanya, memang perlu dilakukan untuk memastikan apakah dirinya menggunakan fasilitas negara atau tidak.
Yang kedua, jelasnya, dilakukan setelah Iriawan dilantik menjadi Pj gubernur Jabar.
"Mungkin pejabat baru ini kurang yakin (kalau saya tidak menggunakan fasilitas negara)," kata politisi yang juga bintang film itu.
Meskipun Deddy mengaku tidak mempermasalahkan penggeledahan tersebut, meski ia menganggap penggeledahan itu merupakan tindakan berlebihan dari seorang Pj gubernur Jabar. (rhm)






