Jakarta, Harian Umum - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan, saat ini ada 92 pejabat eselon II yang siap diwawancarai terkait rencana reposisi yang akan dilakukan pasca Anies Baswedan - Sandiaga Uno dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022 pada 16 Oktober mendatang.
"Terkait reposisi, ada mekanisme penggantian yang diatur dalam UU ASN ( UU No 5 Tahun 2014, red), dan harus sesuai dengan aturan terdebut," katanya dalam diskusi bertajuk "Birokrasi DKI Jakarta Menghadapi Kepemimpinan Baru" di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).
Ia menjelaskan, sesuai UU tentang aparatur sipil negara (ASN) tersebut, seleksi dilakukan secara terbuka dan kemudian disampaikan kepada presiden untuk disetujui.
Untuk penggantian pejabat eselon I, hasil seleksi harus diumumkan secara terbuka kepada publik, sedang untuk eselon II cukup diumumkan di internal Pemprov.
"Saat ini ada sekitar 92 pejabat eselon II yang telah menyatakan siap diwawancarai. Saat ini di antara mereka ada yang masih menduduki jabatan strategis (di antaranya kepala dinas, red)," imbuh Saefullah.
Mantan Walikota Jakarta Pusat ini memastikan seluruh ASN di DKI akan sepenuhnya mendukung kepemimpinan Anies-Sandi, karena pada Pilkada DKI 2017 yang lalu, yang dimenangkan Anis-Sandi kontra Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat, ASN relatif netral karena loyalitas mereka pada kepala daerah tak perlu diragukan.
Meskipun, kata Syaifullah, kala itu tetap ada letupan-letupan kecil.
Seperti diketahui, di era kepemimpinan Ahok, pejabat eselon I-III banyak sekali yang dimutasi karena dianggap tidak sejalan dengan visi misi dan kebijakan Ahok.
Kabarnya, setelah Anies-Sandi dilantik, pejabat-pejabat yang menggantikan para pejabat yang dimutasi itu akan ada yang dimutasi kembali karena merupakan
"orang-orangnya Ahok"yang diyakini dapat mengganggu ritme pemerintahan Anies-Sandi. (rhm)







